• News

  • Peristiwa

Unggah Buku Ini, BS: Terimalah Yahya Wahloni Masuk ke Surga-Mu ya Tuhan Sekarang Juga

Cover buku karya Ustaz Yahya Waloni
Foto: Istimewa
Cover buku karya Ustaz Yahya Waloni

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pegiat media sosial Birgaldo Sinaga, Minggu (4/10/20) mengunggah foto buku berjudul "Surga Bagi Islam & Neraka Bagi Kristen" karya Dr. Muhammad Yahya Waloni atau biasa dipanggil Ustaz Yahya Waloni.

Unggahan buku ini dilakukan Birgaldo setelah sebelumnya ia menyorot tentang surat edaran Kadisdik Babel yang mewajibkan siswa SMA membaca buku yang ia sebut sebagai dedengkot HTI, karya Ustaz Felix Siauw.

Selain mengunggah foto buku Yahya Waloni, di akun FB-nya, Birgaldo menulis:

TERIMALAH YAHYA WAHLONI MASUK KE SURGAMU YA TUHAN SEKARANG JUGA

Logika:
Jika tidak ada pencuri, maka tidak ada polisi.
Maka bersyukurlah polisi kepada pencuri, karena tanpa mereka polisi tidak ada.

Ya gak apa2lah gue orang Kristen jadi penghuni neraka supaya  Yahya Waloni ini masuk surga.
Kalo bisa sekarang aja dia ke surga. Jangan tunggu sampe Prabowo jadi presiden.

Bisa gak Ya Tuhan Engkau ajak dia sekarang ke surga. Please Tuhan..Please...
Yang ingin si Yahya Wahloni ini sekarang juga masuk surga..mari kita doakan biar terkabul.
Katakan... Amin 3x.

Untuk diketahui, selain karena bukunya, Nama Ustaz Yahya Waloni terkenal beberapa tahun sejak ceramahnya viral di sosial media. Kala itu ia terang-terangan menyerang KH Ma’ruf Amin dan Muhammad Zainul Mahdi alias Tua Guru Bajang (TBG).

Dalam ceramahnya, dia mempelesetkan TGB menjadi ‘Tuan Guru Bajingan’ dan menyebut Kiai Ma’ruf sudah terlampau uzur dan akan mati.

Dalam video yang beredar, Yahya Waloni mengaku adalah seorang mantan pendeta dan mengklaim pernah menjabat Rektor UKI Papua.
Yahya bersama istrinya memeluk Islam secara sah pada hari Rabu, 11 Oktober 2006 pukul 12.00 Wita melalui tuntunan sekretaris Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (NU) Tolitoli, Komarudin Sofa.

Setelah memeluk Islam, nama Yahya Yopie Waloni diganti dengan Muhammad Yahya dan nama istrinya Lusiana diganti dengan Mutmainnah.

Begitupun ketiga anaknya. Putri tertuanya Silvana diganti dengan nama Nur Hidayah, Sarah menjadi Siti Sarah, dan putra bungsunya Zakaria tetap menggunakan nama itu.

Seperti dikutip dari laman Izzatalislam, Yahya Waloni pernah menjabat Ketua Sekolah Tinggi Theologia Calvinis di Sorong tahun 2000-2004.

Saat itu juga ia sebagai pendeta dengan status sebagai pelayan umum dan terdaftar pada Badan Pengelola Am Sinode GKI di Tanah Papua, Wilayah VI Sorong-Kaimana.

Ia menetap di Sorong sejak tahun 1997 dan pindah ke Balikpapan pada tahun 2004 dan menjadi dosen di Universitas Balikpapan (Uniba) sampai tahun 2006. Ia kemudian menginjakkan kaki di kota Cengkeh, Tolitoli, pada tanggal 16 Agustus 2006.

Editor : Taat Ujianto