• News

  • Peristiwa

AHY Minta Maaf Gagal Jegal UU Ciptaker, DS: Mirip Bokapnya Kalau Main Drama

Pegiat Media Sosial, Denny Siregar
Istimewa
Pegiat Media Sosial, Denny Siregar

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pegiat media sosial (medsos) Denny Siregar menanggapi permintaan maaf Partai Demokrat atas kegagalan membendung pengesahan RUU Omnibus Law Cipta Kerja (RUU Ciptaker), dalam Rapat Paripurna DPR, Senin (5/10/2020).

Denny menyebut permintaan maaf tersebut layaknya sebuah drama. Ia pun menyamakan AHY dengan sosok ayahnya, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

"Mirip bokapnya kalo maen drama ya," kata Denny siregar dalam akun Twitternya, @Dennysiregar7.

Sebelumnya Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) meminta maaf kepada buruh dan pekerja atas kegagalan partainya membendung pengesahan Rancangan Undang-undang Omnibus Law Cipta Kerja (RUU Ciptaker).

AHY berkata partainya tak memiliki cukup suara untuk menjegal produk legislasi tersebut, seperti diharapkan kalangan buruh dan pekerja.

Dia menegaskan, Demokrat harus berkoalisi dengan kaum buruh dan pekerja yang hari ini paling terdampak oleh krisis pandemi dan ekonomi dalam menyikapi RUU Ciptaker.

"Insyaallah kita terus memperjuangkan harapan rakyat," ujar dia dalam keterangan tertulis, Senin (5/10/2020).

"No one is left behind. Bersama kita kuat, bersatu kita bangkit. Tuhan bersama kita," imbuh AHY.

DPR bersama pemerintah mengesahkan RUU Cipta Kerja di tengah penolakan elemen buruh, aktivis lingkungan dan HAM. Dalam rapat paripurna DPR hanya dua fraksi yang menolak pengesahan RUU Cipta Kerja, yakni Fraksi Demokrat dan PKS. Selebihnya, enam fraksi lain menyetujui RUU tersebut.

AHY pun menjelaskan alasan partainya menolak pengesahan RUU Cipta Kerja. Menurut dia AHY, RUU Ciptaker tidak memiliki urgensi untuk disahkan.

Seluruh pemangku kepentingan seharusnya lebih fokus menangani pandemi virus corona atau Covid-19.

"(RUU Ciptaker) tidak ada urgensinya. Kita harus fokus pada penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi," kata AHY.

Selain itu, menurut dia, RUU Ciptaker sangat dipaksakan, berat sebelah, serta mengandung banyak pasal yang merugikan kaum buruh dan pekerja yang jumlahnya besar sekali.

AHY berpendapat RUU Ciptaker juga berbahaya karena akan menggeser sistem ekonomi Pancasila menjadi kapitalistik dan neoliberalistik.

Reporter : Wahyu Praditya Purnomo
Editor : Nazaruli