• News

  • Peristiwa

Ternyata Ini Rahasia Donald Trump Cepat Sembuh dari Covid-19

Presiden Amerika Serikat, Donlad Trump.
ABC
Presiden Amerika Serikat, Donlad Trump.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Ilmuwan sekaligus ahli penyakit menular Amerika Serikat, Anthony Fauci menduga kondisi Presiden Donald Trump membaik setelah menerima terapi antibodi Regeneron eksperimental saat dirawat di Pusat Militer Nasional Walter Reed pada Jumat (2/10) karena Covid-19.

"Sangat mungkin demikian," kata Fauci saat diwawancara Chris Cuomo dari CNN.

Fauci mengatakan antibodi monoklonal adalah salah satu pengobatan potensial untuk penderita virus corona yang "benar-benar menjanjikan bagi para ilmuwan". Menurutnya, antibodi monoklonal berpotensi penting dalam pengobatan pasien Covid-19.

"Kami pernah menggunakannya di penyakit lain. Antibodi monoklonal Regeneron adalah salah satu dari dua jenis antibodi yang sangat berhasil mengatasi Ebola," jelasnya.

Saat ini, antibodi Regeneron untuk pasien virus corona sedang dalam tahap uji coba klinis pada manusia. Tapi di bawah program penggunaan obat BPOM AS, antibodi itu dapat diberikan kepada pasien di luar uji klinis.

"Presiden mendapatkannya sebagai penggunaan belas kasih dan terlepas dari apakah itu membuatnya lebih baik atau tidak, saya sangat curiga. Tapi jelas Anda tidak dapat membuktikannya sampai melakukan sejumlah penelitian yang membuktikan bahwa itu benar-benar bekerja," ucapnya.

Selain menerima terapi Regeneron, Trump juga diberi beberapa infus obat antivirus remdesivir dan steroid dexmethason.

Namun, Fauci mengingatkan jika Trump bisa mengalami kondisi sebaliknya dalam perkembangan Covid-19 yang tengah dideritanya.

"Saya tidak terlibat dalam perawatan utamanya. Tapi masalahnya adalah dia masih cukup awal dalam penyakit ini. Sehingga bukan rahasia lagi jika terkadang Anda melihat perjalanan klinis orang lain, dalam lima hingga delapan hari, (mereka) mengalami kondisi sebaliknya," katanya.

Kondisi kebalikan yang dimaksud Fauci artinya obat bereaksi ke arah yang salah dan bisa memicu masalah.

"Itu mungkin tidak akan terjadi, tapi mereka harus mengetahuinya. Dia (Trump) tahu. Para dokter tahu itu. Jadi mereka akan mengawasinya. Mereka akan mencoba dan melakukannya dalam lingkup Gedung Putih, bukan di rumah sakit," ucapnya.

Trump meninggalkan Pusat Medis Militer Nasional Walter Reed pada Senin (5/10) sore untuk kembali ke Gedung Putih setelah mendapat perawatan selama empat hari. Dia menyatakan dirinya sudah merasa sehat.

Fauci menuturkan dokter tahu pasien virus corona bisa merasa bahwa mereka telah membaik, lalu kemudian berubah memburuk.

"Anda tidak akan keluar (dari rumah sakit) hingga beberapa hari dan menjalani (perawatan) dengan baik, tapi dia (Trump) terlihat sangat baik. Maksud saya, Anda tidak perlu membuat saya memberitahu Anda akan hal itu. Anda bisa melihat sendiri cara dia keluar dari helikopter," tambah Fauci dilansir dari CNN Indonesia.

Editor : Widita Fembrian