• News

  • Peristiwa

Puan Diduga Matikan mikrofon F-PD, Benny Harman: Contoh Kekuasaan Absolut...

Politisi Parta Demokrat Benny K  Harman.
Nusantara
Politisi Parta Demokrat Benny K Harman.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Benny K Harman mengomentari ramainya sorotan publik terhadap Ketua DPR Puan Maharani terkait insiden mikrofon mati saat rapat paripurna pengesahan Omnibus Law RUU Cipta Kerja, Senin (5/10/2020).

Puan Maharani disebut menonaktifkan mikrofon anggota Fraksi Demokrat (F-PD) yang menyampaikan interupsi dalam rapat yang dipimpin Wakil Ketua DPR Aziz Syamsuddin dari Fraksi Partai Golkar itu.

Benny K Harman menilai, sikap Puan berlebihan dan sewenang-wenang selaku pimpinan DPR serta tidak mencerminkan nilai-nilai Pancasila.

"Ini salah satu contoh kekuasaan absolut digunakan sewenang-wenang (abuse of power) dan tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila dan Ekasila sekalipun. Iya kan?," kata Benny Harman kepada wartawan di Jakarta, Selasa (6/10/2020).

Sebelumnya diberitakan, nama Ketua DPR Puan Maharani ramai diperbincangkan di media sosial hingga menjadi trending topik di Twitter Indonesia pada Selasa (6/10/2020) lewat hashtag 'Puan'.

Puan menjadi sorotan netizen setelah beredar rekaman video insiden mikrofon yang dipakai anggota Fraksi Demokrat mati saat sedang menyampaikan pendapat dalam rapat paripurna pengesahan RUU Ciptaker.

Dalam rekaman video itu, anggota DPR Fraksi Demokrat Irwan Fencho tengah interupsi, namun belum selesai menyampaikan pendapatnya, mikrofon yang digunakan sudah mati.

"Undang-Undang ini berpotensi memperparah kerusakan lingkungan, kemudian menghilangkan kewenangan- kewenangan kami di daerah, menghilangkan hak-hak rakyat kecil," ujar Irwan.

"Kalau mau dihargai tolong na....," suara Irwan tiba-tiba tak terdengar. Berbarengan dengan itu, tampak di video Puan yang duduk di kursi pimpinan, memajukan tangannya seperti menyentuh sesuatu di meja.

Karena gestur Puan demikian, netizen menduga putri Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri itu yang  mematikan mikrofon Irwan. Alhasil, kritik, kecaman dan sindiran dilontarkan netizen kepada Puan Maharani.

Diketahui, dalam rapat paripurna pengesahan Omnibus Law RUU Cipta Kerja, Senin (5/10/2020), diwarnai hujan interupsi dari Fraksi Demokrat. Hingga akhirnya Demokrat memilih walk out dan tidak ikut saat UU Cipta Kerja disahkan di ruang paripurna DPR.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sulha Handayani