• News

  • Peristiwa

FPI dkk Merangsek ke Istana, Ade Armando Unggah 3 Paket Nasbung, Pilih Mana?

Tanggapi demo FPI dkk, Ade Armando unggah 3 paket nasi bungkus
FB/Ade Armando
Tanggapi demo FPI dkk, Ade Armando unggah 3 paket nasi bungkus

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Siang ini, Selasa (13/10/20), Massa aksi unjuk rasa Aliansi Nasional Anti Komunis (ANAK) NKRI, terdiri dari FPI, PA 212, hingga GNPF Ulama mulai berdatangan di Area Patung Kuda Arjuna Wijaya, Jalan Merdeka Barat, Jakarta Pusat.

Mereka mendekat ke Istana Merdeka di Jalan Merdeka Utara.

Menanggapi hal itu, Ade Armando membuat cuitan kocak bernada menyindir katanya: "Mau pilih paket mana?"

Ia juga mengunggah gambar 3 versi paket nasi bungkus, antara lain:

Paket 1 terdiri dari jalan kaki, dengar orasi, tanpa teriak yel-yel mendapat nasbung dan Rp20.000.

Paket 2 terdiri dari teriak PKI, teriak Rejim anti islam Kriminalisasi Ulama terima nasbung dan Rp50.000.

Paket 3 terdiri dari teriak-teriak lengserkan Jokowi terima nasbung dan Rp100.000.

Sementara itu, dilansir Suara.com, Massa aksi unjuk rasa Aliansi Nasional Anti Komunis (ANAK) NKRI, PA 212, FPI, hingga GNPF Ulama mulai berdatangan di Area Patung Kuda Arjuna Wijaya, Jalan Merdeka Barat. Mereka mulai berdatangan satu persatu mulai pukul 10.00 WIB.

Mereka datang dengan umumnya pakaian serba putih.

Terlihat satu mobil komando juga sudah datang dan terparkir di area ini.

Sejumlah orang sebagai laskar FPI juga tampak berjaga disekeliling mobil komando.

Beberapa dari massa terlihat membawa perlengkapan atribut seperti bendera.

Mereka juga tampak membawa persiapan bekal makanan.

Tampak pula puluhan personel Polri dan TNI sudah berjaga dan bersiaga di lokasi.

Adapun akses Jalan Medan Merdeka Barat menuju Istana Kepresidenan sudah ditutup total.

Tampak barrier kawat berduri hingga beton membentang persis di depan Gedung Kementerian Pariwisata area Patung Kuda.

Adapun Wakil Sekretaris Jenderal PA 212 Novel Bakmumin, mengatakan, aksi kali ini sebenarnya merupakan aksi lanjutan dari sebelumnya.

Mereka menuntut agar Presiden menerbitkan Perppu untuk membatalkan UU Omnibus Law Ciptaker.

Rencananya aksi ini akan dimulai pada pukul 13.00 WIB.

"Aksi ini kan dari aksi lanjutan dari tolak RUU OBL (Omnibus Law) dan RUU HIP yang sebelumnya pernah dilaksanakan pada Februari jauh sebelum demo buruh kemaren dan aksi kali ini pun sama selain menyerukan untuk dikeluarkan Perppu untuk pembatalan UU OBL (Omnibus Law) dan juga penolakan RUU HIP/PIP/BPIP," tuturnya saat dihubungi.

Editor : Taat Ujianto