• News

  • Peristiwa

Komentari Aksi Demo PA 212 Hari Ini, FH : Tak Asli Nurani, Ujung-ujungnya Turunkan Jokowi

Ferdinand Hutahaean,  sindir  pada pendemo UU Ciptaker.
Hope
Ferdinand Hutahaean, sindir pada pendemo UU Ciptaker.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Direktur Eksekutif Energy Watch Indonesia (EWI), Ferdinand Hutahaean menanggapi aksi demontrasi yang digelar Persaudaraan Alumni (PA 212) dan Front Pembela Islam (FPI) dan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama pada Selasa (13/10/2020) hari ini.

Dikatakan Ferdinand, aksi demonstrasi yang bertajuk '1310' itu tak original dan tak sesuai hati nurani. Menurutnya, dengan manfaatkan isu Omnibus Law Undang-Undang Cipta Kerja, ujung-ujungnya mau teriak PKI dan turunkan Jokowi.

"Bagi saya demo (Omnibus Law) ini tidak original, tidak genuin, tidak asli nurani, tapi menunggangi isu lain yang ujung-ujungnya cuma mau teriak PKI, teriak turunkan Jokowi. Sudahlah, kita sudah paham betul siapa mereka ini," kata Ferdinand dalam akun Twitter pribadinya.

Terlebih kata dia, PA 212 dkk tidak memahami sepenuhnya UU Cipta Kerja. Pandangannya, organisasi itu hanya ingin menunggangi isu Omnibus Law.

"Ya ngga paham, karena ini cuma isu tunggangan," ucapnya.

Diketahui, Wakil Sekretaris Jenderal Persaudaraan Alumni 212 Novel Bamukmin membenarkan bahwa pihaknya akan terlibat dalam aksi demonstrasi penolakan omnibus law Undang-Undang Cipta Kerja di silang Monas, Selasa (13/10/2020).

Novel mengatakan bahwa aksi tersebut akan digelar oleh sekelompok massa yang terdiri dari beberapa kelompok ormas.

"Ini bagian dari PA 212 juga," ucap dia saat dikonfirmasi, Selasa (13/10/2020).

Untuk jumlah massa, Novel belum bisa memastikan berapa orang yang akan terlibat dalam aksi ini.

"Aksi ini kan serentak di berbagai daerah, jadi untuk jumlah massa tergantung kondisi daerah masing-masing," ucap dia.

Novel menambahkan, aksi penolakan omnibus law bukan kali ini saja dilakukan oleh pihaknya. Jauh sebelum buruh menggelar aksi terkait UU Cipta Kerja, pihaknya mengeklaim sudah melakukan penolakan sedari awal.

Dia berharap aksi hari ini bisa berjalan dengan baik dan pemerintah dapat mempertimbangkan untuk mencabut omnibus law UU Cipta Kerja yang dianggap menyengsarakan buruh.

Reporter : Wahyu Praditya Purnomo
Editor : Sulha Handayani