• News

  • Peristiwa

Pendamping PKH Usaha Maksimal Salurkan Bansos Beras Bagi 10 Juta KPM

Direktur Jendral Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial (Kemensos) Pepen Nazaruddin
Kementerian Sosial
Direktur Jendral Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial (Kemensos) Pepen Nazaruddin

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Direktur Jendral Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial (Kemensos) Pepen Nazaruddin mengatakan, SDM Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) telah berusaha dengan maksimal dalam upaya penyaluran Bantuan Sosial Beras (BSB). Upaya tersebut dilakukan dengan mengerahkan Koordinator Wilayah, Kabupaten, Kota, dan Kecamatan.

BSB disalurkan kepada 10 Juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dengan besaran 15kg/bulan/KPM. BSB diberikan selama tiga bulan, terhitung Agustus sampai dengan Oktober 2020. Bantuan ini bertujuan untuk mengurangi beban pengeluaran KPM PKH selama pandemi Covid-19.

"Namun terdapat kendala terkait data yang berbeda antara data realisasi diterima KPM yang dilaporkan Pendamping PKH dengan realisasi beras yang disalurkan dari gudang. Kami mencermati ini harus disinkronkan," kata Pepen.

Pernyataan itu disampaikan Pepen saat Rapat Evaluasi dan Percepatan Penyaluran BSB tahun 2020 di di Hotel Grand Mercure Harmoni, Jakarta Pusat, Rabu (14/10/2020).

Pepen menambahkan, kendala lain terkait keterbatasan geografis di beberapa wilayah menjadi evaluasi di lapangan yang harus dipikirkan bagi Pendamping PKH dan transporter.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Operasional dan Pelayanan Publik Bulog Triyana mengatakan, pihainya telah menyediakan beras untuk alokasi tiga bulan di seluruh wilayah Indonesia. 

Bagi Tiyana, kunci keberhasilan BSB salah satunya adalah peran transporter, Dinas Sosial (Dinsos) wilayah, serta Pendamping PKH

"Itu sangat menentukan. Alhamdullilah secara umum amat sukses. Masyarakat happy. Sejauh imi testimoni banyak diberikan oleh masyarakat," kata dia di sela-sela acara.

Dia akui ada beberapa kendala teknis dalam penyaluran BSB ke KPM. Misalkan saat Pandemi Covid-19, ada daerah yang lockdown sehingga transporter tidak boleh masuk wilayah dituju, seperti di Maluku. Tak heran, penyaluran BSB harus menunggu 14 hari karena melalui karantina. 

Ada juga beberapa daerah yang harus menunggu peluncuran penyaluran BSB secara resmi melalui rangkaian seremoni. "Jadi mohon doa, ini tugas mulia untuk kepentingan masyarakat yang terdampak Covid-19," sambung dia.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Nazaruli