• News

  • Peristiwa

Caci Maki JKW, Orator Demo Mahasiswa Dicokok, BS: Lanjutkan Hidupmu Meski Tak Berguna...

Seorang pengunjuk rasa berinisial, RF, 21 tahun, di Kabupaten Palopo diamankan Polisi
Foto: Istimewa
Seorang pengunjuk rasa berinisial, RF, 21 tahun, di Kabupaten Palopo diamankan Polisi

PALOPO, NETRALNEWS.COM - Seorang pengunjuk rasa berinisial, RF, 21 tahun, di Kabupaten Palopo, Sulsel, terpaksa harus berurusan dengan hukum. Mahasiswa di salah satu Perguruan Tinggi Swasta di Kabupaten Palopo ini, ditangkap karena menghina institusi negara.

Penghinaan ini dilontarkan RF saat tengah menggelar aksi dan orasi didepan kantor Polresta Palopo, Selasa 20 Oktober 2020, kemarin.

Video saat detik-detik penangkapan beredar di sosial media. Di video tersebut, tampak orator mencaci maki pemimpin negara (Presiden Jokowi) dan kepolisian kemudian aparat mendekat dan mengamankan RF.

Terhadap insiden itu, pegiat kemanusiaan Birgaldo Sinaga mencuit di akun FB-nya, Rabu (21/10/20), katanya:

MAHASISWA STRES

Orasi orang ini kebablasan menghina pemimpin bangsa kita.
Teriaknya pake toa...
Pemimpin pan**t...Pemimpin anj**g.. ta*k kucing..
HIDUP MAHASISWA!!

Apa ya isi kepala orang ini sampe mencaci dengan kata2 tak beradab ini.
Mahasiswa adalah orang yang berpikir. Sampaikan pikiranmu dengan lugas dan jelas. Bukan mencaci maki.

Selamat masuk jeruji besi ya bung...
Lanjutkan hidupmu meski tak berguna...

Sebelumnya dilansir Tagar.id, peserta pengunjuk rasa mengeluarkan kata yang tidak baik saat ia orasi. Dengan menggunakan pengeras suara, RF secara lantang meneriakkan kata-kata tak terpuji di hadapan ratusan personel Polri yang bertugas mengamankan jalannya unjuk rasa.

Kapolres Palopo, AKBP Alfian Nurnas mengatakan, peserta unjuk rasa tersebut terpaksa diamankan, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, dan dimintai keterangan terkait dengan kalimat tidak wajar yang dilontarkan saat tengah orasi.

"Ada insiden kecil, peserta pengunjuk rasa mengeluarkan kata yang tidak baik saat ia orasi. Kata-kata penghinaan. Jadi terpaksa kami amankan untuk dimintai keterangan," kata Alfian kepada Tagar, Rabu 21 Oktober 2020.

F merupakan, salah satu peserta pengunjuk rasa yang tergabung dalam Aliansi Peduli Indonesia (API). Mereka melakukan unjuk rasa dengan tuntutan mendesak Kapolres Palopo untuk segera memproses personel yang melakukan tindakan refresif saat pengamanan unjuk rasa penolakan Omnibus Law, beberapa waktu lalu.

Namun ketika melakukan orasi, RF sempat menyanyikan lagu Marjinal dengan judul Keparat. Kemudian, RF memplesetkan lirik lagu sehingga menyinggung dan menghina institusi kepolisian. Akibatnya, mahasiswa ini langsung diamankan.

"Selain diamankan, kita lakukan rapit test, namun hasilnya non reaktif," tambahnya.

Orasi mahasiswa ini, sempat direkam oleh salah satu petugas keamanan. Dalam video berdurasi 69 detik itu, terlihat RF dengan mengenakan seragam lembaga HMI Kota Palopo dan memegang pembesar suara, melakukan orasi didepan Mapolres Palopo. Aksi RF pun viral di berbagai media sosial. []

Editor : Taat Ujianto