• News

  • Peristiwa

FZ: Ironis, Pemerintah Gunakan Momen Pandemi Tolong para Taipan Dibanding Rakyat Kecil

Politisi Fadli Zon
Istimewa
Politisi Fadli Zon

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Politikus Fadli Zon menyayangkan, pemerintah terkesan menggunakan pandemi sebagai momen menolong para taipan dan pengusaha, dibandingkan menolong rakyat kecil.

Pernyataan ini disampaikan Fadli, komentari satu tahun perjalanan pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin. 

"Ironisnya, pemerintah terkesan menggunakan pandemi justru sebagai momen menolong para taipan dan pengusaha, bukan menolong rakyat kecil. #SatuTahunJokowiMaruf," kata Fadli, dikutip dari cuitannya, Rabu (21/10/2020).

Fadli sebut, Stimulus Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), misalnya, 24 persennya digunakan untuk menolong korporasi. Hanya 12 persen saja yang digunakan untuk belanja kesehatan. 

"Itukan ironis. #SatuTahunJokowiMaruf," tegas dia.

Tak heran, menurut sejumlah survei, mayoritas rakyat mengaku tidak puas pada pemerintahan Presiden Jokowi dan Wapres Ma’ruf Amin. Menurutnya, ketidakpuasan dalam bidang ekonomi dan hukum adalah yang paling besar. 

Teringat oleh Fadli, tahun lalu, Presiden Jokowi mengatakan tak punya beban apapun di periode kedua pemerintahannya. Sayangnya, menurut Fadli, yang merasa tak punya beban sepertinya hanyalah Presiden. Sementara, rakyat dan negara bebannya justru kian bertambah. 

Salah satu bebannya adalah beban perpecahan. Misalnya, di periode kedua ini, pemerintah masih bermain-main dengan sejumlah isu sensitif keagamaan. 

Fadli contohkan kasus Menteri Agama Fachrul Razi yang berkali-kali membuat umat Islam marah karena sejumlah ucapan dan kebijakan. Pancasila, yang seharusnya menjadi alat pemersatu, melalui draf RUU Haluan Ideologi Pancasila (HIP) malah membuat marah banyak orang. 

"Seharusnya di periode kedua ini Presiden @jokowi belajar membangun pemerintahan yg berusaha untuk melakukan proses rekonsiliasi, bukan malah kian mempertajam segregasi," usul dia.mar

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Sesmawati