• News

  • Peristiwa

Gus Nadir Jangan Sampai Omnibus Law Dibilang UU Tiktok: Belum Diketik Sudah Diketok

 Gus Nadir jangan sampai Omnibus Law dibilang UU Tiktok.
NU Online
Gus Nadir jangan sampai Omnibus Law dibilang UU Tiktok.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Dosen Fakultas Hukum Monash University, Nadirsyah Hosen menyindir pemerintah terkait Undang-Undang Cipta lapangan kerja. Dia pun menyebut kalau UU Ciptaker seperti aplikasi hiburan Tiktok.

Menurutnya, masyarakat harus memikirkan positif terkait perubahan halaman terjadi pada salinan Undang-Undang tersebut.

Apalagi, kata dia Undang-Undang Tiktok merupakan kepanjangan dari UU belum diketik sudah diketok. Hal itu diungkapkan Gus Nadir sapaan akrabnya lewat akun resmi twitternya @na_dirs seperti dilansir Jakarta, Kamis (22/10/2020).

"Positive thinking saja. Mungkin saat diprint oleh setneg, jenis kertas atau fonts-nya berbeda.

Jangan sampai nanti dibilang ini UU TikTok. Belum diketik, udah diketok," kata dia.

Dia pun mensisipkan berita media daring berjudul: Naskah UU Cipta Kerja yang diterima PP Muhammadiyah dari Istana sejumlah 1.187 halaman, padahal yang diserahkan DPR ke Jokowi 812 halaman.

Seperti dilansir, Presiden Jokowi mengutus Mensesneg Pratikno untuk menyosialisasikan sekaligus menjaring masukan terkait UU 'Omnibus Law' Cipta Kerja kepada sejumlah organisasi Islam. Di antaranya Muhammadiyah, PBNU, termasuk MUI, yang sejak awal menolak Omnibus Law.

Reporter : PD Djuarno
Editor : Sulha Handayani