• News

  • Peristiwa

Mengaku Telah Kooperatif, Gus Nur Tak Mau Ditahan, Netizen Malah Bilang Begini

Sugi Nur Raharja alias Gus Nur
Foto: CNN Indonesia
Sugi Nur Raharja alias Gus Nur

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Kuasa Hukum Sugi Nur Rahardja atau akrab disapa Gus Nur di Jakarta, Chandra Purna Irawan mengatakan pihaknya telah menyiapkan materi untuk menjadi bahan pertimbangan pengajuan penangguhan penahanan kliennya dalam kasus dugaan ujaran kebencian terhadap Nahdlatul Ulama (NU).

Chandra mengatakan, kliennya memiliki tanggung jawab mengurus para santri di pesantren. Gus Nur juga telah bersikap kooperatif selama proses penyidikan hingga ke penahanan.

Menanggapi permohonan itu, akun FB @Mak Lambe Turah, Senin (26/10/20) ikut membagikan tautan dan cuitannya dikomentari banyak netizen.

Mak Lembe Turah: apdetan gaess

Sumiyati Yatin: Saya ndak mau komen, takut dipicek piceke.

Choky D'miko: Cangkeme koyok dobol jaran mana bisa ngaji gayane ngurus pengajian

Amin Tebas: Kok segampang itu? Enak sekali

Iwan Nugroho: Kalau tukang jualan obat ini ga ditahan, kasihan kasus JRX yg ga bersalah ditahan....mikir kau gik !! We dusss

Neng Wiwin: Gpp d keluarin Mak....jujur aja aku nunggu ocehan si nur ini tentang gmn n pendapat nya pas d tahan kmrn. Apakah msh ky kmrn apa udah insaf

Edmawan Hariri: Klo cuma ilmu dobol, ilmu jaran, ilmu matamu picek , ngapain ke pesantren, di lampu merah juga bisa

Sebelumnya dilansir Cnnindonesia.com, Kuasa Hukum Sugi Nur Rahardja atau akrab disapa Gus Nur mengatakan bahwa kliennya memiliki tanggung jawab mengurus para santri di pesantren. Gus Nur juga telah bersikap kooperatif selama proses penyidikan hingga ke penahanan.

"Ustaz Gus Nur memiliki santri-santri yang perlu untuk diperhatikan dari sisi pembinaan mengaji Al-Qur'an, nafkah dan operasional pesantren. Karena santri-santri dan operasional pesantren selama ini yang membiayai adalah ustaz Gus Nur. Gus Nur juga bersikap kooperatif," kata Chandra, Minggu (25/10).

Ia juga mengatakan, banyak pihak yang bersedia menjadi penjamin Gus Nur ketika dibebaskan, mulai dari keluarga, alim ulama, dan tokoh masyarakat lainnya.

"Pihak keluarga dan para alim ulama serta tokoh-tokoh masyarakat bersedia untuk menjadi penjamin," tuturnya.

Lebih lanjut, Chandra mengatakan belum ada rencana untuk mengajukan pra peradilan, tim kuasa hukum saat ini akan fokus pada upaya penangguhan penahanan Gus Nur.

"Belum ada rencana [pra peradilan], kita lagi fokus ke penangguhan," ucapnya.

Gus Nur ditangkap di kediamannya, di Malang, pada Sabtu (24/10) dini hari. Ia ditetapkan sebagai tersangka ujaran kebencian dan penghinaan terhadap Nahdlatul Ulama (NU).

Penangkapan Gus Nur bermula dari pelaporan Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Cirebon, Azis Hakim pada 21 Oktober lalu. Gus Nur diduga mengutarakan ujaran kebencian dalam acara di akun YouTube Refly Harun pada 18 Oktober.

Editor : Taat Ujianto