• News

  • Peristiwa

Hadapi Berbagai Tantangan, Kemensos-Kantor Pos Pastikan Penyaluran BST Tepat Sasaran

Direktur Jenderal Penanganan Fakir Miskin Kemensos Asep Sasa Purnama
Kementerian Sosial
Direktur Jenderal Penanganan Fakir Miskin Kemensos Asep Sasa Purnama

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Di tengah berbagai tantangan, Kementerian Sosial (Kemensos) dan Kantor Pos pastikan penyaluran Bantuan Sosial Tunai (BST) tepat sasaran pada penerimanya, Keluarga Penerima Manfaat (KPM). 

Direktur Jenderal Penanganan Fakir Miskin Kemensos Asep Sasa Purnama mengatakan, itu berkat kerja keras PT Pos dan para pemerintah daerah yang saling bersinergi. Diakui Asep, berbagai pihak terkait saling bahu membahu, bergotong royong, apalagi ditambah situasi Pandemi Covid-19.

"Luar biasa tantangannya. Tapi kita rasakan realisasi Bansos relatif tinggi, yakni 82 persen lebih," kata Asep saat Dialog Produktif Virtual "Bantuan Sosial Tunai Dukung Masyarakat Saat Pandemi," Senin (26/10/2020).

Lebih lanjut Asep beberkan evaluasi penyaluran BST oleh PT Pos yang langsung diserahkan ke keluarga. Kelebihannya, PT Pos bisa memastikan pihak yang menerima benar atau tidak, didukung dengan dokumentasi dan laporan yang detail, hingga disediakannya dashboard.

"Jadi kita bisa lihat KPM yang terima bantuan bisa dilihat dan terbantu, bisa lihat kabupaten/kota mana yang masih rendah sehingga bisa dilakukan konsolidasi. Manfaat luar biasa penyaluran oleh PT Pos dengan dashboard yang membantu," jelas dia.

Beberapa tantangan yang dimaksud Asep diantaranya, daerah yang memasuki musim hujan dan gelombang laut tinggi. Selain itu adanya data penerima yang perlu didiskusikan untuk disalurkan pada yang lebih berhak. 

Pasalnya bagi Kemensos, BST tidak hanya sebatas Bansos semata melainkan juga berdampak pada ekonomi bawah. Misalnya uang yang diterima, dibelikan lagi berbagai kebutuhan pangan. 

"Jadi berdampak luar biasa, menggerakan kegiatan ekonomi. Alhamdullilah dengan melalui jembatan Bansos yang digagas Presiden menurut hemat kami efektif. Ini bukan cuma publikasi tapi di lapangan memang seperti itu," jelas dia.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Nazaruli