• News

  • Peristiwa

Ini Cara Kantor Pos Salurkan BST Kemensos ke Seluruh Indonesia Saat Pandemi

Direktur Utama PT Pos Indonesia Faizal Rochmad Djoemadi
Kementerian Sosial
Direktur Utama PT Pos Indonesia Faizal Rochmad Djoemadi

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos) melaksanakan berbagai program seperti Bantuan Sosial Sembako (BSS), Bantuan Sosial Tunai (BST), Program Sembako dan program Bantuan Sosial Beras (BSB) sebagai bagian dari program jaring pengaman sosial dalam rangka menangani dampak Covid-19.

Direktur Utama PT Pos Indonesia Faizal Rochmad Djoemadi mengatakan, pihaknya telah melalui berbagai dinamika dalam penyaluran BST Kemensos ke seluruh Indonesia. 

Teruntuk Pulau Jawa, dia mengaku penyaluran BST dengan sarana transportasi darat tidak ada masalah. Pihaknya tinggal mengirimkan undangan kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dan penerima akan datang ke Kantor Pos. 

Tidak lupa telah diatur pula protokol kesehatan, lokasi tambahan seperti balai RT, RW, dan bajar. Dipastikan dia penyalurannya tertib dan tata protokol kesehatan dijaga. 

"Yang sulit itu di daerah 3T. Terdepan, terluar, terpencil. Yang pertama terkait cuaca, lalu apabila hujan, pakai boat harus menunggu cuaca bagus baru bisa menyebrang," jelas Faizal saat Dialog Produktif Virtual "Bantuan Sosial Tunai Dukung Masyarakat Saat Pandemi," Senin (26/10/2020).

Mengantisipasi hal tersebut, Pos Indonesia harus membuat jadwal yang disesuaikan dengan Pemerintah Daerah (Pemda). Selanjutnya, dikoordinasikan kapan BST akan didatangkan ke daerah tersebut. 

"Ada 4.500 Kantor Pos dan kami undang mereka, KPM datang. Kalau jauh dari Kantor Pos, kita yang datang ke KPM dengan berkoordinasi RT, RW, dan komunitas," jelas dia.

Faizal katakan, pihaknya menyalurkan BST ke sebanyak 483 kota, 514 kabupaten, yang tersebar di 34 provinsi di Indonesia. Hingga tahap ke enam telah mencapai 97 persen penyaluran sebesar sekitar Rp 21,5 Triliun. 

"Sisanya yang belum, itu karena ada yang meninggal dunia, keluarga pindah. Maka kami kembalikan ke Kemensos dan diganti dengan data baru yang akan diberi pada periode berikutnya," jelas dia.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Nazaruli