• News

  • Peristiwa

Kasus Gus Nur, Novel PA 212: Harusnya Diselesaikan dengan Tabayyun

Wasekjen Persaudaraan Alumni (PA) 212 Novel Bamukmin
Istimewa
Wasekjen Persaudaraan Alumni (PA) 212 Novel Bamukmin

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Persaudaraan Alumni (PA) 212 Novel Bamukmin menilai, kasus dugaan ujaran kebencian terhadap Nahdlatul Ulama (NU) yang menjerat Sugi Nur Rahardjaalias Gus Nur hanyalah permasalahan beda pendapat.

Karenanya, menurut Novel, masalah tersebut harusnya diselesaikan dengan dialog atau tabayyun antara kedua belah pihak dan tidak perlu dibawa ke ranah hukum.

"Permasalahan ini adalah permasalahan beda pendapat yang seharusnya bisa diselesaikan dengan dialog dan tabayyun, bukan dengan memanfaatkan kekuasaan lalu memaksakan proses hukum dengan suka-suka," kata Novel kepada netralnews.com, Senin (26/10/2020).

"Tentu ini (memaksakan proses hukum dengan suka-suka) adalah perbuatan zolim yang sangat menyimpang dalam Islam dan sangsinya adalah neraka jahanam (QS: Alburuj ayat 10)," sambungnya.

Lebih jauh, Novel mengatakan, saat ini pihaknya tengah berupaya mengajukan penangguhan penahanan Gus Nur ke penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri.

"Sampai saat ini saya dkk sedang mengupayakan penangguhan penahanan bagi Gus Nur," ujar Waketum Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA) itu.

Seperti diberitakan, Gus Nur ditangkap di kediamannya, di Malang, Jawa Timur pada Sabtu (24/10/2020). Ia ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Rutan Bareskrim Polri atas dugaan ujaran kebencian dan penghinaan terhadap Nahdlatul Ulama (NU). 

Penangkapan terhadap Gus Nur ini dilakukan atas sejumlah pelaporan ke Bareskrim Polri, salah satunya Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Cirebon, Azis Hakim pada (21/10/2020).

Selain Azis Hakim, PP Gerakan Pemuda (GP) Ansor juga melaporkan Gus Nur ke Bareskrim Polri atas tuduhan yang sama. Gus Nur dianggap melecehkan NU dalam sebuah video wawancara bersama Refly Harun. Video tersebut diunggah di salah satu kanal YouTube pada 16 Oktober 2020.

Gus Nur dijerat Pasal 45A ayat (2) juncto Pasal 28 ayat (2) dan/atau Pasal 45 ayat (3) juncto Pasal 27 ayat (3) Undang- Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang ITE dan/atau Pasal 156 KUHP dan/atau Pasal 310 KUHP dan/atau Pasal 311 KUHP dan/atau Pasal 207 KUHP. 

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Nazaruli