• News

  • Peristiwa

Elektabilitas Naik, PKS Siapkan Dua Agenda Utama, Apa Itu?

Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera.
Tempo
Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera membeberkan dua agenda utama yang akan dilakukan partainya.

Agenda pertama, yakni transformasi internal partai untuk lebih sistematis  kokoh dalam melayani aspirasi publik, termasuk penguatan kaderisasi partai.
Sementara agenda kedua, yaitu menghadirkan kabinet bayangan PKS yang kritis, konstruktif, dan saintifik mengontrol kebijakan pemerintah.

Hal tersebut disampaikan Mardani menanggapi hasil survei terbaru yang dilakukan oleh Lembaga Survei Indikator Politik Indonesia, dimana elektabilitas PKS mengalami kenaikan dari 4,4 persen menjadi 5,9 persen. 

"Dua hal yang akan jadi agenda utama @PKSejahtera. Pertama, transformasi internal partai untuk lebih sistematis & kokoh dalam melayani aspirasi publik, termasuk penguatan kaderisasi partai," tulis Mardani di akun Twitternya, Senin (26/10/2020).

"Kedua, dalam kondisi pemerintah cenderung super kuat, maka perlu hadir kabinet bayangan PKS yang kritis, konstruktif, dan saintifik mengontrol kebijakan pemerintah. UU Omnibus Law Cipta Kerja merupakan contoh posisi pemerintah & koalisi yang super kuat," jelasnya.

Sebelumnya diberitakan, hasil survei terbaru Lembaga Survei Indikator Politik Indonesia menunjukkan, elektabilitas sejumlah partai seperti Gerindra, PKS dan Demokrat mengalami kenaikan dibanding survei pada Juli 2020 lalu, sementara elektabilitas PDIP, NasDem hingga Golkar menurun.

Elektabilitas Gerindra naik dari 17,7 persen menjadi 21,1 persen. PKS dari 4,4 persen naik menjadi 5,9 persen. Demokrat dari 5,7 persen naik menjadi 5,9 persen. Sementara PDIP dari 26,3 persen turun menjadi 25,2 persen, Golkar dari 8,3 persen turun menjadi 6,7 persen dan NasDem dari 4,5 turun menjadi 3,1 persen.

Selain partai-partai tersebut, elektabilitas partai lain seperti PKB juga turun dari 5,0 persen menjadi 4,1 persen. PPP dari 1,7 persen turun menjadi 0,6 persen. PAN dari 2 persen turun menjadi 1,1 persen.

Kemudian elektabilitas PSI dari 0,1 persen naik menjadi 0,3 persen. Perindo dari 0,3 persen naik menjadi 1 persen, Garuda dari 0,0 persen naik menjadi 0,1 persen, Berkarya dari 0,1 persen naik menjadi 0,8 persen dan Hanura dari 0,5 persen turun menjadi 0,4 persen.


"Partai Gerindra naik kencang, PDIP stagnan, Demokrat dan PKS juga naik, paling tinggi Gerindra," kata Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, dalam hasil survei terbaru bertajuk 'Politik, Demokrasi, dan Pilkada di Era Pandemi', Sabtu (25/10/2020).



Survei ini dilakukan pada 24-30 September 2020. Sebanyak 1.200 responden dipilih secara acak. Metode survei dilakukan wawancara via telepon dengan margin of error sekitar 2,9% dan tingkat kepercayaan 95%. Seluruh responden terdistribusi secara acak dan proporsional.


Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sulha Handayani