• News

  • Peristiwa

KKB Meracuni Pikiran Remaja Papua, Satu Anggotanya Berhasil Ditembak Mati

Karopenmas Polri Brigjen Pol Awi Setiyono
Foto: Antara
Karopenmas Polri Brigjen Pol Awi Setiyono

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Kelompok KKB pimpinan Sabinus Waker memiliki catatan kriminal di wilayah Papua di antaranya mereka pernah menyerang anggota Brimob pada tahun 2015.

Kelompok ini juga dikenal kerap melakukan perampasan terhadap warga di kawasan Kampung Banti, Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua.

Kelompok yang menamakan diri "Kemabu" ini diduga juga telah merekrut remaja Papua bahkan yang masih di bawah umur.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divhumas Polri Brigjen Pol Awi Setiyono mengatakan bahwa satgas gabungan TNI-Polri tidak menyasar anak di bawah umur dalam operasi penangkapan separatis seperti yang dipropagandakan oleh akun-akun media sosial KKB.

"Kelompok ini telah meracuni pikiran remaja Papua, merekrut serta mempersenjatai mereka dengan tujuan sebagai tameng hidup agar mereka mudah melarikan diri," katanya.

Maka dari itu, aparat gabungan TNI-Polri yang tergabung dalam Satgas Nemangkawi melakukan tindakan tegas terukur dengan menembak mati satu anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pimpinan Sabinus Waker dalam kontak tembak di Intan Jaya, Papua.

Terhadap operasi tersebut, Brigjen Pol Awi Setiyono di Jakarta, Senin (26/10/20), mengatakan bahwa kontak tembak antara TNI-Polri dengan anggota KKB pimpinan Sabinus Waker terjadi di Kampung Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua, Senin sekitar pukul 05.00 hingga 10.00 WIT.

"Pada saat kontak senjata, ada 50 orang bersenjata diduga KKB melakukan perlawanan terhadap tim gabungan TNI-Polri sehingga tim mengambil tindakan tegas dan terukur," tuturnya.

Awi menjelaskan satu anggota KKB yang terpaksa diambil tindakan tegas terukur dan akhirnya meninggal dunia bernama Rubinus. Sementara satu anggota KKB lainnya Hermanus Tipagau berhasil ditangkap.

"Seorang anggota KKB yang meninggal dunia terlibat dalam penembakan tim TGPF beberapa waktu lalu seusai melakukan olah TKP," katanya.

Editor : Taat Ujianto
Sumber : Antara