• News

  • Peristiwa

Sindir Mardani PKS dalam Kasus Gus Nur, Muannas: Dia Sedang ‘Menikmati‘ Keonaran

Pengacara sekaligus CEO Cyber Indonesia Muannas Alaidid
Twitter Muannas Alaidid
Pengacara sekaligus CEO Cyber Indonesia Muannas Alaidid

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pengacara sekaligus CEO Cyber Indonesia Muannas Alaididmengomentari pernyataan Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera soal kasus dugaan ujaran kebencian Sugik Nur Rahardja alias Gus Nur terhadap Nahdlatul Ulama (NU). 

Adapun Mardani mengaku sedih karena Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dipakai untuk menjerat Gus Nur. Ia menilai, penggunaan UU ITE itu buruk bagi perkembangan demokrasi.

Pernyataan Mardani itu mendapat sindiran dari Muannas. Ia menyebut, jika ada pihak yang membiarkan orang menghina, menfitnah dan mencaci-maki di ruang publik, maka pihak tersebut sedang 'menikmati' keonaran yang terjadi.

Muannas menambahkan, sikap Mardani itu demi kepentingan kelompoknya, bukan membela demokrasi dan keadilan.

"Kalau ada pihak yang menghina, menfitnah dan mencaci-maki diruang publik dibiarkan, bahkan sekuat tenaga didukung, apalagi tahu perbuatan itu dilarang UU. Berarti dia sedang ‘menikmati’ keonaran yang sedang terjadi, bukan bela demokrasi dan keadilan tapi kepentingan kelompoknya," tulis Muannas di akun Twitternya, Selasa (27/10/2020).

Sebelumnya, Gus Nur ditangkap di kediamannya, di Malang, Jawa Timur pada Sabtu (24/10/2020). Ia ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Rutan Bareskrim Polri atas dugaan ujaran kebencian dan penghinaan terhadap NU. 

Gus Nur disangka telah melanggar Pasal 27 ayat 3 jo Pasal 28 ayat 2 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan pasal 310 KUHP dengan ancaman 4 tahun dan 6 tahun penjara.

Mengomentari hal itu, Mardani Ali Sera mengaku sedih atas penggunaan pasal UU ITE dalam kasus Gus Nur. Menurutnya, pasal karet UU ITE buruk bagi perkembangan demokrasi.

"Sedih karena pasal karet UU ITE pasal 27 dan 28 kembali dipakai. Ini sebenarnya buruk bagi perkembangan demokrasi," tulis Mardani di akun Twitternya, Senin (26/10/2020).

Mardani juga berpendapat bahwa kasus Gus Nur ini bisa diselesaikan dengan musyawarah dan mediasi, sehingga tidak perlu dibawa ke ranah hukum.

"Sangat bijak jika dilakukan musyawarah dan mediasi lebih dahulu agar suasana aman dan tentram dapat dijaga di masa pandemi," cuit Mardani.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Nazaruli