• News

  • Peristiwa

Refly Harun: Presiden Jokowi Tidak Dekat dan Tidak Nyaman dengan PDIP

Refly Harun: Presiden Jokowi Tidak Dekat dan Tidak Nyaman dengan PDIP
Go Politik
Refly Harun: Presiden Jokowi Tidak Dekat dan Tidak Nyaman dengan PDIP

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Ahli Hukum Tata Negara Refly Harun menilai, Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak dekat dengan PDIP. Pernyataan ini disampaikan Refly, menanggapi dugaan Presiden Jokowi yang akan "meninggalkan" PDIP.

"Hanya dalam performance politic, memiliki the politic enemy, musuh politik bersama. Begitu ada (musuh politik bersama) dia kompak, kalau tidak ada, terlihat perbedaannya," kata Refly, dikutip dari unggahan di Kanal Youtubenya, Kamis (29/10/2020).

Berbicara kedekatan, Refly menilai, justru Presiden Jokowi terlihat tidak nyaman dengan kalangan PDIP sendiri. Pasalnya di PDIP, dia tidak pernah menjadi nomor satu.

Misalnya kesempatan indikasi Megawati Soekarnoputri tidak lagi di dunia politik, tidak ada jaminan Jokowi mendapatkan tempat di PDIP, pasca tidak menjadi presiden.

Secara formal, mungkin Presiden Jokowi bisa menjadi wakil ketua dewan pembina atau jabatan seremonial lainnya. Tetapi Jokowi mungkin tidak langsung memiliki pengaruh yang besar di PDIP.

"Lantaran Puan Maharani lebih kuat dan berhak untuk menguasai dan memimpin PDIP, pasca Megawati Soekarnoputri," kata Refly.

Apabila Jokowi akan membangun dinasti politik, barangkali tidak akan dibangun di PDIP, tetapi dibangun partai kelompok lain.

Bagi Refly, masih sangat muda bagi Jokowi untuk berhenti dari dunia politik di 2024. Diperkirakan pada 2024, usia Jokowi masih awal 60 tahun. Dia amati,  semangat dan ambisi politik masih ada di diri Jokowi.

"Seperti SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) pimpim Parpol sama dengan Megawati yang sudah 70 tahun. Prabowo Subianto, 69 tahun tetap berada di lingkar politik bahkan memimpin Parpol," kata Refly.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Sulha Handayani