• News

  • Peristiwa

Mega Tanya Sumbangsih Milenial, Fadli: Ketiban Utang Menggunung dari Rezim yang Bingung

Politisi Fadli Zon
Istimewa
Politisi Fadli Zon

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Wakil Ketua Dewan Pembina DPP Gerindra Fadli Zon mengatakan, generasi muda atau kaum milenial punya tugas sejarahnya sendiri.

Namun yang jelas, lanjut Fadli, generasi muda saat ini ketiban warisan utang yang menggunung dari sebuah rezim yang bingung.

Hal tersebut disampaikan Fadli terkait pernyataan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri yang mempertanyakan sumbangsih kaum milenial saat ini bagi bangsa dan negara.

"Generasi milenial punya tugas sejarahnya sendiri. Yang jelas sekarang ini ketiban warisan utang yang menggunung dari sebuah rezim yang bingung," tulis Fadli di akun Twitternya, Kamis (9/10/2020).

Sebelumnya diberitakan, Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri mengaku meminta Presiden Jokowi untuk tidak memanjakan kaum milenial.

"Anak muda kita, aduh saya bilang sama Presiden, jangan dimanja (kaum milenial),"

kata Megawati dalam acara peresmian kantor PDI-P secara daring pada Rabu (28/10/2020) kemarin.

Megawati lantas mempertanyakan sumbangsih generasi milenial saat ini bagi bangsa dan negara. Pasalnya, ia menilai generasi muda sekarang hanya bisa ikut demonstrasi.

"Dibilang generasi kita adalah generasi milenial, saya mau tanya hari ini, apa sumbangsihnya generasi milenial yang sudah tahu teknologi seperti kita bisa viral tanpa bertatap langsung, apa sumbangsih kalian untuk bangsa dan negara ini?,' ujarnya.

"Apa sumbangsih kalian terhadap bangsa dan negara ini? Masa hanya demo saja. Nanti saya dibully ini, saya nggak peduli," sambung Megawati.

Presiden ke-5 itu kemudian menyinggung demonstrasi menolak Omnibus Law Undang-undang (UU) Cipta Kerja dalam beberapa hari terakhir yang berujung ricuh dan merusak fasilitas umum.

"Hanya demo saja ngerusak, apakah ada dalam aturan berdemo, boleh saya kalau mau debat. Tapi adakah, jawab, aturannya bahwa untuk merusak, nggak ada, kalau ada orang bilang ada bu, mana dia, sini, sini kasih tau sama saya," ungka Mega.

Ditegaskannya, demonstrasi memang telah diizinkan sejak reformasi. Tapi tidak ada aturan sampai pengrusakan fasilitas.

"Ada aturan dalam demo diizinkan karena ketika reformasi, kita masuk ke dalam alam demokrasi, ya," tandas Megawati.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sesmawati