• News

  • Peristiwa

Pilpres 2024, Pengamat: Jika PDIP Usung Prabowo-Puan, Ganjar Bisa Direkrut NasDem

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.
Istimewa
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Elektabilitas Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo kian melejit menuju Pilpres 2024. Hal itu tergambar dari hasil survei terbaru yang dilakukan oleh sejumlah lembaga survei. 

Lembaga survei Indikator Politik Indonesia (IPI) dalam rilis survei terkait Pilpres 2024 pada Minggu (25/10/2020), menunjukkan elektabilitas Ganjar berada di posisi puncak dengan meraih suara sebesar 18,7 persen. 

Elektabilitas politisi PDIP itu unggul atas Ketua Umum Partai Gerindra yang juga Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Prabowo yang berada di urutan kedua mendapat dukungan suara responden sebesar 16,8 persen, sementara Anies meraih 14,4 persen. 

Selain IPI, survei terbaru Indonesia Political Opinion (IPO) juga menempatkan nama Ganjar di posisi teratas. Dalam rilis survei IPO pada Rabu (28/10/2020), Ganjar memiliki elektabilitas sebesar 17,9 persen. Diikuti Menteri Pertahanan Prabowo Subianto 16,4 persen dan Anies Baswedan 15,3 persen.

Mengomentari hal itu, pengamat politik Jerry Massie berpendapat, meski hasil survei menunjukkan elektabilitas Ganjar Pranowo bertengger di posisi puncak, namun kecil kemungkinan PDIP akan mengusung Gubernur Jawa Tengah itu sebagai calon presiden pada Pilpres 2024 mendatang. 

Pasalnya, Jerry memprediksi PDIP bakal berkoalisi dengan Partai Gerindra dan mengusung Prabowo Subianto-Puan Maharani. 

"Formula yang sudah diatur sepertinya Prabowo Subianto-Puan Maharani, PDIP koalisi dengan Gerindra," kata Jerry dalam keterangan tertulisnya kepada wartawan, Kamis (29/10/2020).

Jerry menilai, bergabungnya Partai Gerindra ke dalam pemerintahan adalah bagian dari perkawinan politik partai besutan Prabowo itu dengan PDIP yang maharnya mengerucut ke Pilpres 2024.

Karena itu, menurut Jerry, jika Ganjar ingin maju di kontestasi Pilpres 2024, maka ia bukan saja harus meyakinkan PDIP, tapi juga Partai Gerindra. 

"Artinya kalau mau maju capres, Ganjar bukan hanya harus meyakinkan PDIP tetapi juga Gerindra. Sementara di PDIP sendiri paling tidak dia harus bersaing dengan Puan," ujarnya. 

Kendati demikian, Direktur Political and Public Policy Studies (P3S) ini melihat, jika elektabilitas Ganjar terus melejit sangat mungkin Ganjar dicalonkan oleh partai lain.

"Bisa jadi direkrut oleh NasDem yang memang punya expert (keahlian) menerawang peluang dan political forecast (ramalan politik) figur yang potensial menang. Seperti Ridwan Kamil di Jabar, kemudian di Sulteng banyak kepala daerah yang mereka usung adalah kader partai lain tapi punya potensi menang," ungkapnya. 

"Bisa saja 2022 atau 2023 Nasdem akan publish Ganjar sebagai calon mereka," tutur Jerry yang juga menyinggung peluang Anies Baswedan dan Ridwan Kamil dicalonkan NasDem sama seperti Ganjar.

Ganjar, kata Jerry, jangan terpaku pada PDIP. Ganjar perlu membuka komunikasi politik dengan partai lain salah satunya dengan Nasdem. "Saya melihat Ganjar akan menjadi gubernur selain Anies dan Ridwan Kamil yang bersinar di 2024," pungkas Jerry. 

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sesmawati