• News

  • Peristiwa

Kok Gereja Francis Diserang? BS: Bukankah Kristen & Islam Sama2 Diolok Charlie Hebdo?

Penyerangan dan pembunuhan di satu gereja di Francis hebohkan masyarakat dunia
Foto: Istimewa
Penyerangan dan pembunuhan di satu gereja di Francis hebohkan masyarakat dunia

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Berita penyerang bersenjata pisau menewaskan dua orang dan melukai sejumlah orang lainnya di sebuah gereja di Kota Nice, Prancis pada Kamis, sontak hebohkan warganet di sosial media. 

Menurut media dan polisi Prancis, dalam insiden yang digambarkan wali kota setempat sebagai terorisme.

Menanggapi hal itu, pegiat kemanusiaan Birgaldo Sinaga membuat cuitan panjang di akun FB-nya.

"Barusan terjadi penyerangan di sebuah gereja di Nice, Prancis. 3 orang dilaporkan tewas. Dua orang dipenggal kepalanya. Mengapa gereja dan orang yang sedang berdoa diserang?" kata Birgaldo.

"Bukankah penganut agama Kristen dan Islam sama2 diolok2 dan diejek oleh Charlie Hebdo? Jauh sebelum karikatur Nabi Muhamad dibuat majalah itu, Yesus Kristus, Bunda Maria dan simbol2 Kristiani diolok2, dihujat, dicemooh senista2nya," lanjutnya.

"Orang Kristen dan Katolik tentu marah dan dongkol. Mereka lakukan protes. Melakukan tuntutan ke pengadilan. Hanya itu yang bisa diperbuat orang Kristen di Prancis melawan Charlie Hebdo," kata Birgaldo.

"Masalahnya konstitusi Prancis tidak melarang dan menyatakan perbuatan Charlie Hebdo itu melanggar hukum. Seperti di Indonesia. Hukum konstitusi Prancis itu sudah pilihan rakyat Prancis yang punya beban sejarah kelam ketika gereja begitu berkuasa dalam fungsi negara. Liberte, egalite, fraternite menjadi slogan revolusi Prancis menumbangkan Raja Louis XIV," lanjutnya.

Masih kata Birgaldo, "Saya kira, serangan  itu salah alamat. Kristen dan Islam sama2 menjadi korban pelecehan dan ejekan dari Charlie Hebdo. Charlie Hebdo itu milik orang atheis. Mereka menyerang banyak agama."

"Bedanya, warga negara Prancis yang beragama Kristen tidak bisa berbuat banyak karena tunduk pada konstitusi Prancis. Kalo ditanya, ya jelas mereka juga marah dan dongkol. Tapi hukum konstitusi tidak bisa diubah hanya karena perasaan sekelompok orang Kristen yang marah karena TuhanNya Yesus Kristus diejek dan diolok2," pungkasnya.

Sebelumnya dilansir Reuters, Wali Kota Christian Estrosi menulis di Twitter bahwa serangan pisau terjadi di atau dekat gereja Notre Dame kota tersebut dan polisi berhasil meringkus si pelaku. Polisi menyebutkan dua orang dipastikan tewas akibat insiden tersebut.

Serangan itu terjadi saat Prancis masih "diramaikan" dengan kasus pemenggalan guru sekolah, Samuel Paty, oleh pria asal Chechnya pada Oktober ini.

Pelaku mengaku ingin membalas Paty karena telah memperlihatkan kartun Nabi Muhammad dalam diskusi di kelas.

Tak diketahui pasti apa yang menjadi motif di balik serangan Nice, atau apakah ada kaitannya dengan kartun Nabi, yang dianggap umat Muslim sebagai penghinaan.

Sejak pembunuhan Paty, pejabat Prancis menegaskan kembali hak untuk memperlihatkan kartun tersebut, dan gambar-gambar itu secara luas dipajang di aksi solidaritas untuk guru tersebut.

Hal itulah yang telah memicu amarah di sebagian dunia Muslim, dengan sejumlah pemerintah menuduh Presiden Prancis Emmanuel Macron mengejar agenda anti-Islam.

Sumber: Reuters

Editor : Taat Ujianto