• News

  • Peristiwa

Gelar ‘Aksi Bela Nabi‘ 2 November, PA 212 Cs: Ayo Kepung Kedubes Prancis...!!

Gelar 'Aksi Bela Nabi' 2 November, PA 212 Cs: Ayo Kepung Kedubes Prancis...!!
Istimewa
Gelar 'Aksi Bela Nabi' 2 November, PA 212 Cs: Ayo Kepung Kedubes Prancis...!!

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Front Pembela Islam (FPI), Persaudaraan Alumni (PA) 212 dan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama (GNPF-U) bakal menggelar 'Aksi Bela Nabi' pada 2 November 2020.

Aksi Bela Nabi ini digelar PA 212 cs sebagai bentuk protes terhadap sikap 
Prancis Presiden Prancis, Emmanuel Macron yang dianggap menghina umat Islam dan Nabi Muhammad SAW.

Dalam poster undangan aksi yang diterima dari Wasekjen PA 212 Novel Bamukmin, disebutkan bahwa Aksi Bela Nabi dipusatkan di depan Kedutaan Besar Prancis, Jalan M.H. Thamrin, Menteng, Jakarta Pusat.

"Aksi Bela Nabi sekaligus Maulid Agung Baginda Rosulullah SAW," bunyi poster tersebut.
Dalam poster tersebut, juga berisi sejumlah seruan seperti "Ayo... Kepung Kedubes Prancis...!!!" dan "Boikot Produk Prancis....!!!"

Sebelumnya, Wasekjen PA 212 Novel Bamukmin mendesak pihak Kedutaan Besar Prancis di Indonesia untuk segera membuat pernyataan sikap yang berisi penyesalan dan permintaan maaf kepada umat Islam atas pernyataan Presiden Macron yang dinilai menghina umat Islam dan Nabi Muhammad.

Presiden Macron dianggap menghina Islam karena pernyataannya soal radikal Islam, menyebut Islam sebagai agama yang mengalami krisis di seluruh dunia, hingga sikapnya yang mengizinkan majalah satire Charlie Hebdo menerbitkan kartun Nabi Muhammad.

"Kedutaan besar Prancis harus membuat pernyataan sikap atas salahnya Presiden Prancis dan menyesalkan atas tindakan presidennya," kata Novel kepada netralnews.com, Kamis (29/10/2020).

Apabila hal itu tidak dilakukan Kedutaan Prancis, tambah Novel, maka umat Islam akan melakukan pembalasan, termasuk kemungkinan adanya sweeping terhadap produk-produk buatan Prancis dan juga warga negara asing (WNA) asal Prancis yang menetap di Indonesia.

"Karena kalau tidak, umat Islam tidak akan berhenti melakukan pembalasan, temasuk kami tidak bertanggung jawab atas sweeping warga asing Prancis dan produk- produk Prancis," tegas papar Wakil Ketua Dewan Muzakarah GPMI DKI Jakarta itu. 


Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sulha Handayani