• News

  • Peristiwa

Megawati Dibully, AA: Hentikan, Kita Harus Bangun Tradisi Hormati Presiden Terdahulu

Politisi Andi Arief
Istimewa
Politisi Andi Arief

JAKARTA, NETRALNEWS.COM – Politisi Partai Demokrat Andi Arief (AA) meminta masyarakat untuk membangun budaya menghormati presiden terdahulu. Karena itu, Andi berharap agar bully an kepada Megawati Soekarnoputri soal statemen milineal dan perannya pada bangsa untuk dihentikan.

“Sebaiknya kita mulai membangun tradisi menghormati Presiden terdahulu. Hentikan membuly Ibu Megawati soal statemen Milineal dan peran pada bangsa ini. Tidak mungkin ada niat buruk dari statemen itu,” tulis Andi di akun Twitternya, Sabtu (31/10/2020).

Cuitan Andi Arief itu kemudian ditanggapi oleh netizen seperti terpantau oleh netralnews berikut;

@Delma17148092: Sejarah awal mulai hujat presiden itu awal reformasi , bukan zaman orba ... ORBA sih mendem Jero mikul dhuwur.

@Raza60556961: Harusnya diarahkan dulu ke buzerRp kalimat ini, tidak ada Asap kalau tidak ada bebek

@Ekko_Fire: Dia merasa negeri ini milik moyangnya .....hingga ngomong seenaknya

Sebelumnya, mantan Presiden RI Megawati Soekarnoputri mempertanyakan sumbangsih generasi milenial untuk Indonesia.

Pertanyaan tersebut ia lontarkan saat meresmikan kantor Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda, Rabu, 28 Oktober 2020.

Pada kesempatan itu Megawati mengungkap bahwa ia telah meminta kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar tak memanjakan generasi muda.

Ia kemudian mempertanyakan soal sumbangsih generasi muda yang sering dijuluki generasi milenial.

Menurutnya, generasi milenial hanya bisa berdemo alias unjuk rasa.

"Apa sumbangsih kalian terhadap bangsa dan negara ini? Masa hanya demo saja," tuturnya, seperti dikutip Portal Jember dari Antara.

Belum lagi ada pihak yang melakukan perusakan terhadap sejumlah fasilitas umum saat melakukan aksinya.

"Hanya demo saja ngerusak. Apakah ada dalam aturan berdemo?" sambungnya.

Reporter : Dimas Elfarisi
Editor : Sesmawati