• News

  • Peristiwa

Disebut Masih Kulup Tak Paham Halal,FH Serang TZ:Zul Pikirannya Hanya Seputar Selangkangan

Ferdinand Hutahaean,  sindir Tengku Zulkarnain.
Geo Politik
Ferdinand Hutahaean, sindir Tengku Zulkarnain.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Perseteruan Wakil Sekretaris Jendral (Wasekjen) MUI Tengku Zulkarnain dengan eks politisi Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean di media sosial, kian memanas.

Terakhir urusan jaminan produk halal dan haram, Tengku Zulkarnain mengatakan, Ferdinand tidak mengerti halal dan haram. Sebab direktur eksekutif EWI itu masih ‘kulup’ (belum dikhitan).

“Urusan halal dipegang MUI karena negara saat itu belum memegangnya. MUI lah yg mendorong dibuat UU JPH agar halal dipegang negara. Ferdinand masih “kulup” mana ngerti urusan halal?” sindir Tengku Zulkarnain.

Dapat sindiran seperti itu Ferdinand pun balik menyerang, dengan menyebut pikiran Tengku Zulkarnain hanya seputar selangkangan.

"Oh iya satu lg Zul, bicara ttg kulup ini, apalah ini pertanda Zul pikirannya hanya sekitar selamgkangan? jangan selangkangan saya pak, saya laki dan tak doyan laki wkwkwkwk," balas Ferdinand dalam akun @FerdinandHaean3.

Sebelumnya, kedua tokoh publik ini saling balas komentar di twitter. Salah satu cuitan Tengku Zulkarnain, dia berharap agar Presiden Joko Widodo memberikan pekerjaan kepada eks Ferdinand Hutahaean. Menurut Tengku Zul, minimal jabatan komisaris.

“Pak Jokowi orang ini kenapa lama sekali diberi jabatan, sih? Mbok ya beri jabatan Komisaris, gitu. Kan dia sudah lama nganu.” Sindir Tengku Zulkarnain di twitternya, Sabtu (31/10/2020).

Melihat dirinya disindir, Ferdinand membantah ingin mengejar posisi di pemerintahan. Dia menganggap, keberpihakannya ke pemerintah sebagai bentuk perlawanan kepada kaum intoleran.

“Zul, apakah perjuanganmu sekarang cuma mau ngejar jabatan komisaris? Kenapa kau buka isi dapur perjuanganmu dengan menuduhkan ke yang lain? Zul, tujuan perjuangan saya hadiah besarnya adalah hilangnya kaum intoleran di Indonesia dan bangsa ini hidup damai toleran berpancasila, bukan jabatan," tegas Ferdinand Hutahaean.

Reporter : Wahyu Praditya Purnomo
Editor : Sulha Handayani