• News

  • Peristiwa

Mahfud Bongkar Habib Rizieq Pernah Jadi Tersangka di Arab Saudi, Kasus Apa? 

Mahfud MD, Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan.
FB Kemenkopolhukam
Mahfud MD, Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD membeberkan berbagai persoalan Habib Rizieq Shihab di Arab Saudi hingga membuat Imam Besar FPI itu dicekal dan overstay. 

Menurut Mahfud, Habib Rizieq sempat berstatus tersangka dan dicekal karena diduga menghimpun dana ilegal di Arab Saudi. Mahfud menegaskan, yang mencekal Rizieq adalah Pemerintah Arab Saudi, bukan Pemerintah Indonesia. 

Hal tersebut diungkap Mahfud MD saat diwawancarai Ade Armando dalam program The One di kanal YouTube CokroTV, Selasa (3/11/2020). 

"Yang saya tahu dari sumber informasi yang resmi, Rizieq Shihab itu sampai beberapa waktu yang lalu memang dicekal oleh Pemerintah Arab Saudi, bukan oleh Pemerintah Indonesia," kata Mahfud. 

"Dicekal pemerintah Arab Saudi karena dianggap melakukan penghimpunan dana secara ilegal. Dianggap melakukan kegiatan-kegiatan politik sehingga dicekal," sambungnya. 

Namun, lanjut Mahfud, beberapa waktu lalu otoritas Arab Saudi sudah mencabut kasus tersebut lantaran tidak cukup bukti, sehingga Habib Rizieq tidak lagi berstatus tersangka atau orang yang diduga melakukan pelanggaran hukum. 

"Nah sesudah itu diurus, kira-kira sebulan atau tiga minggu lalu, itu Arab Saudi sudah mencabut itu, bahwa itu tidak cukup bukti. Oleh sebab itu, kasus itu dicabut sehingga dia tidak lagi menjadi tersangka atau orang yang diduga melakukan pelanggaran-pelanggaran hukum," ungkap Mahfud. 

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu kemudian menjelaskan penyebab Habib Rizieq diduga menghimpun dana politik secara ilegal. 

"Nah dulu kenapa disebut menghimpun uang atau dana politik secara ilegal, dulu ya tuduhannya itu salah. Karena kalau dana datang ke dia kan biasa kan orang Indonesia biasa ngasih bisyaroh namanya, bisyaroh itu uang amplop," beber Mahfud. 

"Ada yang melaporkan, lalu oleh pemerintah Arab Saudi itu dicatat, diberi garis merah, ini ndak boleh keluar (Arab Saudi), ini melakukan penghimpunan uang secara ilegal untuk kegiatan politiknya. Nah itu sudah dicabut," terangnya. 

Lebih jauh, Mahfud mengungkapkan, meski tidak lagi terjerat kasus dugaan penghimpunan dana secara ilegal, namun Habib Rizieq masih tersangkut masalah pelanggaran keimigrasian sehingga akan dideportasi oleh otoritas Arab Saudi. 

"Tapi satu hal yang belum dicabut, dia itu akan dideportasi, karena apa? Melakukan pelanggaran imigrasi," papar Mahfud. 

"Nah sekarang ini Rizieq Shihab ingin pulang ke Indonesia, tapi tidak ingin dideportasi. Dia ingin pulang terhormat gitu. Nah silahkan saja urus begitu, itu kan urusan dia dengan pemerintah Arab Saudi, bukan urusan dia dengan kita," jelasnya. 

Saat ditanya Ade Armando soal apa dugaan pelanggaran keimigrasian yang dilakukan Habib Rizieq, Mahfud menjawab "Overstay."

"Dugaan pidananya (penghimpunan uang secara ilegal) itu tidak ada lagi, dianggap tidak ada. tapi ada overstay sejak dulu. Lalu akan dideportasi sebagai melakukan pelanggaran keimigrasian," pungkas Mahfud. 

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Irawan.H.P