• News

  • Peristiwa

Trump di Ambang Kekalahan, Begini Seruan Tak Terduga Sang Anak

Presiden Amerika Serikat, Donlad Trump.
BBC
Presiden Amerika Serikat, Donlad Trump.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Anak tertua Presiden Trump, Donald Trump Jr. menggaungkan "perang total" melawan kecurangan yang dia yakini mencemari Pilpres Amerika Serikat 2020.

Seruan itu ia sampaikan di Twitter, Jumat (6/11/2020).

Cuitan bernada menghasut itu menjadi sorotan bagi beberapa orang, termasuk New York Post yang menilainya sebagai tanda kepanikan yang jelas di kubu Trump atas peluang Joe Biden memenangkan tiket ke Gedung Putih.

"Hal terbaik untuk masa depan Amerika adalah @realDonaldTrump melakukan perang total atas pilpres ini untuk mengungkap semua penipuan, kecurangan, pemilih yang mati/tidak lagi berada di negara bagian itu, telah berlangsung terlalu lama," tulis Trump Jr. di akun Twitter-nya tanpa memberikan bukti kecurangan yang dimaksud.

Berdasarkan penghitungan sementara versi AFP dan Associated Press hingga kini calon presiden Joe Biden meraup 264 suara elektoral sementara Trump 214. Dengan posisi itu artinya Biden hanya membutuhkan enam suara lagi untuk memenangkan pilpres dan Trump di ambang kekalahan.

Sedangkan menurut penghitungan CNN, Biden meraih 253 dan Trump 213.

"Saatnya membereskan kekacauan ini dan berhenti terlihat seperti republik pisang!," ucap Trump Jr.

Dia juga mencemooh Partai Republik karena "kurang bertindak", merujuk beberapa nama, salah satunya Senator South Carolina, Lindsey Graham yang dikenal sebagai sekutu setia Trump.

Adiknya, Eric Trump juga menuduhkan hal serupa.

"Di mana Partai Republik! Yang punya beberapa tulang punggung. Lawan penipuan ini. Para pemilih kami tidak akan pernah melupakanmu jika (mereka) menjadi dombamu!," tulis Eric.

Tapi hanya beberapa orang saja yang menjawab seruan Eric, yang disebut terdapat beberapa kesalahan tata bahasa.

Putri tertua Trump sekaligus salah satu penasihat seniornya, Ivanka, juga mencuit pada Kamis bahwa ayahnya "akan selalu berjuang untuk pria dan wanita pekerja keras di Negara yang hebat ini".

Tapi dia tidak mencuit atau me-retweet tuduhan penipuan yang dilayangkan oleh saudara-saudaranya.

Sang ayah juga terus mengklaim tanpa bukti Partai Demokrat mencoba mencurangi Pilpres AS karena penghitungan suara di beberapa wilayah kunci telah diperpanjang.

Sementara itu hakim menolak gugatan yang dilayangkan kubu Trump terkait proses penghitungan suara di negara bagian Michigan dan Georgia. Demikian dilansir dari CNN Indonesia.

Editor : Widita Fembrian