• News

  • Peristiwa

Mendes PDTT: Petani Garda Terkuat dalam Konstelasi Ekonomi

Ilustrasi pemukiman di wilayah transmigrasi.
Ilustrasi pemukiman di wilayah transmigrasi.

DOMPU, NETRALNEWS.COM - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar melakukan penanaman perdana Kawasan Perdesaaan Prioritas Nasional Agropolitan di Desa Tekasire Kabupaten Dompu yang diinisiasi oleh PT Pupuk Kaltim.

Dalam arahannya, Mendes PDTT yang didampingi Nyai Lilik Umi Nashriyah ini sangat berterima kasih dengan adanya program Agro Industri yang diinisiasi oleh PT Pupuk Indonesia Tbk di Kabupaten Dompu ini.

Program ini dinilai penting karena memberdayakan petani dan menyokong produksi pertanian.

"Petani itu garda terkuat dalam konstelasi ekonomi," kata Abdul Halim dalam keterangan tertulisnya, dikutip Minggu (8/11/2020).

Terbukti kata Abdul Halim, Indonesia meski pertumbuhan ekonomi minum lima persen di kuartal II, tiga persen di kuartal III dan kuartal IV diharapkan bisa minimal Nol koma persen, pertanian jadi pertahanan untuk sektor ekonomi .

"Semua sektor minus kecuali pertanian, sukses untuk para petani," kata dia.

Data yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan jika pertanian adalah segmen ekonomi yang paling tangguh hari ini hingga pertumbuhan ekonomi Indonesia jauh di atas Singapura dan Malaysia.

Agro Industri menjadi bagian penting untuk bangun kekuatan di sektor pertanian, termasuk juga ketahanan pangan.

"Kita berharap ke depan Kemandirian Pangan bisa diwujudkan karena kita berharap kedepannya pembangunan desa miliki target capaian yang konkrit dan terukur," ujarnya.

Kemendes PDTT sedang merancang ulang pembangunan desa yang tidak hanya bertumpu pada aspek kewilayahan tapi juga aspek kewargaan.

Mulai tahun 2021, arah pembangunan desa dibuat secara utuh, lengkap, holistik, dan dinarasikan sesederhana mungkin agar siapapun yang memahami dan menjalankan arah pembangunan desa bisa mencerna dengan baik agar bisa lebih merancang arah pembangunan desa seperti yang dicita-citakan.

 

Editor : Irawan.H.P