• News

  • Peristiwa

WNI Hukuman Mati Dibela di Arab, HRS Tidak, TZ: Ada Apa, Kok Beda?

Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tengku Zulkarnain
Istimewa
Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tengku Zulkarnain

JAKARTA, NETRALNEWS.COM – Wakil  Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tengku Zulkarnaini mempertanyakan kebijakan pemerintah Indonesia yang berbeda saat membantu WNI yang dihukum mati di Arab Saudi dengan persoalan yang dihadapi Habib Rizieq Shihab. Padahal keduanya sama-sama WNI.

“Kepulangan seorang WNI dari Saudi membuat NKRI geger dari atas sampai bawah, Pejabat sampai Buzzerz.

Kesan pejabat pun berbeda. Dulu saat ada WNI terjerat hukum bahkan hukuman mati, dibela, dibayar diatnya 5 Milyar.

Giliran insan yg satu ini kok BEDA? Kan sama2 WNI.

Ada apa...?”

Netizen pun langsung memberikan komentar di cuitan Tengku Zul tersebut seperti terpantau oleh netralnews berikut;

@Ahmad96818061: Beliau sendiri menolak bantuan pemerintah.

@NasutionSyarief: Pejabat Rasa Buzzerp...

@OppositeReal: Semoga Allah memberi keselamatan kepada habibana IB HRS beserta keluarga nya...dan di jauhi dari orang2 yg bersifat dengki terhadap beliau...amin....

@iwanaprawira: Kenapa imam besarnya tidak diganti Aa Gym saja pak ustad?

Sebelumnya, Menko polhukam Mahfud Md menolak jika pemerintah disebut tidak berniat memberikan bantuan kepada HRS seperti yang dituduhkan Fadli Zon. Mahfud kemudian menunjukkan video Habib Rizieq yang tak mau dibantu pemerintah. Video yang diunggah Mahfud merespons cuitan Fadli itu berdurasi 18 detik. Video itu berisi pernyataan Habib Rizieq yang bersumpah tidak akan meminta bantuan pemerintah RI untuk balik ke Indonesia. Video itu juga disertai tulisan 'Tidak butuh bantuan pemerintah RI'.

"Demi Allah saya bersumpah, saya tidak akan meminta bantuan rezim zalim Indonesia, apalagi mengemis kepada rezim zalim Indonesia untuk cabut cekal saya di Saudi Arabia," ujar Habib Rizieq dalam video yang diunggah @mohmahfudmd seperti dilihat, Jumat (6/11/2020).

Di unggahan yang sama, Mahfud menerangkan dirinya telah berusaha menghubungi teman-teman dekat Habib Rizieq semenjak ia menjabat Menko polhukam RI.

"Pak Fadli Zon, awal-awal saya jadi Menkopolhukam saya sudah mencoba menghubungi teman-teman yang dekat dengan Rizieq. Maksud saya akan membantu jika diperlukan," tulis Mahfud.

Namun Mahfud malah menerima kiriman video mengenai pernyataan dari Habib Rizieq. Dalam video itu, Habib Rizieq bersumpah untuk tidak membutuhkan bantuan pemerintah RI.

"Tapi saya dikirimi video sumpah bahwa dia tak mau bantuan pemerintah. Coba lihat ini. Bagaimana kalau kita mau membantu tapi ditolak? Kok salah terus?" lanjut Mahfud.

Reporter : Dimas Elfarisi
Editor : Nazaruli