• News

  • Peristiwa

Tuding Ferdinand Fitnah Anies, Musni: Rumah DP Rp0 Sudah Dibangun dan Dihuni

Ferdinand Hutahaean dan Musni Umar
Istimewa
Ferdinand Hutahaean dan Musni Umar

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Sosiolog Musni Umar mengomentari pernyataan eks politisi Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean yang menyebut Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan culas karena belum memenuhi janji-janjinya semasa kampanye Pilkada DKI 2017 lalu dan kini mengklaim keberhasilan pemimpin terdahulu untuk menutupi kegagalannya.

Musni menuding pernyataan Ferdinand itu fitnah lantaran Anies telah memenuhi janji kampanyenya. Salah satu contoh, Musni menyebut program rumah dengan down payment (DP) Rp 0 yang digagas Anies, sudah dibangun dan dihuni oleh warga Jakarta.

Hal itu disampaikan Musni melalui akun Twitternya dengan me-retweet cuitan dan unggahan foto dari netizen yang memperlihatkan Anies meninjau Rusunami Bandar Kemayoran, Jakarta Pusat yang disebut sebagai rumah DP Rp0.

"Rumah DP Nol% sudah dibangun dan dihuni. Ferdinand Hutahean fitnah Anies dengan mengatakan culas gagal total penuhi janji-janjinya," tulis @musniumar, Minggu (8/11/2020).

Rektor Universitas Ibnu Chaldun (UIC) itu lantas menyebut Anies sebagai gubernur hebat karena telah meraih banyak penghargaan dan dicintai mayoritas warga Jakarta.

Karenanya, lanjut Musni, yang menghina Anies Baswedan adalah orang yang pendidikan dan pekerjaannya tidak ada alias nol.

"Anies, Gub. hebat, amanah, berpuluh- puluh penghargaan diterima dari dalam dan luar negeri, dicintai mayoritas warga Jakarta. Yang hina Anies, pendidikan dan Pekerjaan Nol %," sentil Musni Umar.

Sebelumnya, Ferdinand Hutahaean menilai, selama tiga tahun memimpin Jakarta, belum ada satu pun program Anies Baswedan yang terealisasi.

Alih-alih merealisasikan gagasan dan janji-janjinya saat kampanye, kata Ferdinand, Anies Baswedan justru lebih sering beretorika. Bukan hanya itu, Ferdinand juga melihat, Anies acap kali mengklaim keberhasilan pemimpin terdahulu untuk menutupi kegagalannya di masa kini.

“Tiga tahun tanpa kinerja dan tak satu pun yang bisa dibanggakan secara bersama oleh rakyat Jakarta, kecuali klaim keberhasilan semu yang dibanggakan secara hiperbolik oleh para pendukungnya,” ujar Ferdinand, dikutip dari JPNN, Senin (9/11/2020).

“Tahun pertama hingga tahun ketiga itu pun publik selalu ramai dengan kegagalan yang dianggap keberhasilan oleh pendukung Anies,” sambungnya.

Atas dasar itu, Ferdinand kemudian menyebut Anies Baswedan culas. Sebab, seluruh keberhasilan Anies selama menjabat, menurutnya, hanya klaim palsu.

“Kalau buka KBBI dan mencari makna kata culas, maka kira-kira artinya adalah curang; tidak jujur; tidak lurus hati. Dan bila mengacu pada arti kata tersebut, maka seseorang yang culas, amatlah tidak patut menjadi teman, sahabat, guru atau jadi pemimpin,” jelasnya.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sesmawati