• News

  • Peristiwa

NU Disindir Terkait Penyambutan HRS, Gus Sahal: Jamaah NU Bukan Pengangguran...

Pengurus Cabang Istimewa NU (PCINU) Amerika Akhmad Sahal (Gus Sahal).
Istimewa
Pengurus Cabang Istimewa NU (PCINU) Amerika Akhmad Sahal (Gus Sahal).

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab (HRS) akhirnya kembali ke Indonesia setelah tiga tahun lebih tinggal di Arab Saudi.

Habib Rizieq dan rombongannya tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, pada Selasa (10/11/2020), pagi tadi.

Ia menumpangi pesawat Boeing 777-368(ER) milik Saudi Airlines dari Bandara Jeddah pada Senin (9/11/2020) malam.

Kembalinya Habib Rizieq mendapat sambutan yang luar biasa, khususnya massa FPI. Dari bandara hingga ke kediaman Rizieq di Petamburan, Jakarta Pusat, terlihat lautan manusia menyambut kedatangannya.

Video penyambutan HRS itu banyak beredar di media sosial dan ramai dikomentari warganet (netizen), salah satunya pemilik akun Twitter @EndjahH.

Akun @EndjahH mengomentari unggahan video netizen lainnya yang memperlihatkannya ribuan massa berjalan kaki menuju Bandara Soekarno-Hatta untuk menjemput kedatangan Habib Rizieq.

Dalam cuitannya, @EndjahH menyentil Nahdlatul Ulama (NU). Ia menyebut NU yang katanya memiliki ratusan juta jamaah, tidak akan mampu mengumpulkan umat sebanyak itu.

Ia menandai kicaunnya tersebut ke akun Twitter Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj dan Pengurus Cabang Istimewa NU (PCINU) Amerika Akhmad Sahal (Gus Sahal).

"Ormas Islam yang ngaku punya Anggauta Ratusan Juta seperti @nahdhatululama  pun TIDAK AKAN MAMPU MENGUMPULKAN UMAT SEBANYAK INI. @savicali  @sahaL_AS @saidaqil," tulis @EndjahH.

Kicauan netizen itu langsung direspons oleh Gus Sahal. Menurutnya, jutaan jamaah NU sibuk bekerja dan ngaji di pesantren, sehingga tidak memiliki waktu untuk bergerombolan di jalanan seperti massa yang menjemput Habib Rizieq.

"Jamaah NU yang jutaan itu bukan pengangguran, tapi orang-orang yang punya kesibukan. Mereka sibuk kerja, sibuk ngaji di pesantren-pesantren. Ga ada waktu untuk bergerombol di jalanan," kata @sahaL_AS.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sesmawati