• News

  • Peristiwa

JA: Kita Tunggu Kearifan HRS, Ormas Lain dalam Berkegiatan, Apalagi Mengatasnamakan Islam

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Jimly Asshiddiqie
Bisnis
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Jimly Asshiddiqie

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pimpinan tertinggi Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab (HRS) telah kembali ke Indonesia dengan selamat dan disambut haru oleh para simpatisan.

HRS mendarat di Bandara Seokarno Hatta, Selasa (10/11/2020) kemarin bertepatan dengan Hari Pahlawan.

Massa yang menjemput orang nomor satu di FPI itu spektakuler sehingga membuktikan pecintanya sangat banyak.

Terkait hal itu Mantan Ketua Mahkamah Kontitusi, Jimly Asshiddiqie (JA) pun ikut berkomentar melalui cuitan di akun Twitternya @JilmiAs.

Dalam cuitannya Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Indonesia ini berharap untuk selanjutnya agar HRS dan pendukungnya bisa menghormati segala protokol kesehatan, apalagi di masa pandemi dengan mengurangi kegiatan massal.

Di akhir cuitan Jimly menantang kearifan HRS bersama ormas-ormas lain untuk bisa patuh dan tidak lagi mengatasnamakan Islam dalam segala kegiatan yang melanggar aturan.

"Stlh Habib Riziek Shihab slmat kmbali dg jmputan massa yg spectacular & mbuktikn pncintanya sngt bnyk, maka tiba giliran utk slanjutnya mnghormati sgala aturan protokol ksehatan dg mngurangi kgiatan massal. Kt tnggu kearifan HRS,  FPI & ormas2 lain utk ini, aplgi atsnamakan Islam," tulis Jimly.

Cuitan Jimly pun direspon berbagai komentar okeh netizen. Berikut rangkumannya seperti yang terpantau netralnews.com, Kamis (12/11/2020)

@cakbulla: Sebagai salah satu warga negara selanjutnya sy menunggu ketegasan sikap POLRI atas laporan kasus hukum yg diduga dilakukan oleh HRS, masalah kptsan benar dn salah itu ranah pengadilan.

Semoga HRS koperatif bila ada panggilan dr POLRI

@Gede_Sena_Sy: Sebenarnya ini hanya urusan kesadaran dan kepedulian saja prof. Tampaknya muatan kepentingan masing2 pihak menjadi faktor utamanya.

@Newnormalbulsh: Mantap prof,mantap juga dgn Gatot Nurmantyo yg ga datang ke acara peng anugerahan bintang,karena suasana pandemi covid 19,utk tdk mengadakan keramaian,mungkin kalau diserahkan secara virtual lebih tepat

@DahrulPasaribu1: Waduh, pak.

Saya amati, sejak tgl 6 Oktober bln lalu, berbagai elemen masyarakat melakukan demo secara bergelombang dgn jumlah massa yg banyak. Namun tidak ada kenaikan jumlah pasien Covid19 yg signifikan yg dialami masyarakat pendemo.

Menurut bpk, fenomena apa yg terjadi..??

Editor : Sesmawati