• News

  • Peristiwa

Bongkar Direksi BUMN yang Main Mata, Netizen: Di 62 yang Berani Hanya Ahok dan Nikita

Ahok dan Nikita Mirzani
Foto: Kabarin.co
Ahok dan Nikita Mirzani

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok buka-bukaan soal kebiasaan direksi BUMN 'main mata' dengan Kementerian BUMN. Ahok menjelaskan, UU Perseroan Terbatas menyebutkan semua perusahaan, termasuk BUMN, harus memiliki komisaris.

Sementara itu, dalam penunjukan direksi perusahaan, yang berhak menentukan adalah Kementerian BUMN, bukan Dewan Komisaris.

Kondisi ini menyebabkan banyak direksi yang melompati wewenang komisaris dan 'bermain mata' langsung dengan kementerian. Sedangkan komisaris hanya diminta memberikan persetujuan saja.

"Untuk RUPS itu yang kuasa itu Kementerian BUMN. Jadi kadang-kadang direksi itu bisa langsung main mata dengan Kementerian BUMN. Kita (komisaris) cuma disuruh stempel," ujar Ahok dalam sebuah webinar, yang dikutip dari CNBC Indonesia, Sabtu (14/11/2020).

Pernyataan Ahok rupanya mengundang perhatian warganet. Sabtu (14/11/20), akun FB @Mak Lambe Turah ikut menanggapi, katanya:

"Di Republik 62 ini yang berani hanya
1. Ahok
2. Nikita
dan keduanya pernah dipenjara....karena mulutnya yang ngrumil
Nikita udah mulai
Ahok juga ikutan mulai
wwkwkkw
janjian??
Hayooo BONGKAR!!!!"

Sebelumnya diberitakan, dalam kondisi tersebut, Ahok sempat dipertanyakan kenapa tidak memilih mundur saja dari jabatannya ini. Namun dia menegaskan dirinya tidak mau dicap sebagai orang yang tidak menyelesaikan tugas.

"Kalau saya mundur, itu artinya saya nggak menyelesaikan tugas. Tapi kalau saya dipecat, lain cerita, lebih baik kita dipecat kan, berarti tidak dibutuhkan. Kalau kita mundur, akan ditafsirkan kamu tidak bisa menyelesaikan masalah, kamu takut, terus tak mau tanggung jawab," kata Ahok.

"Tapi kalau kami sampai dipecat, ya itu tinggal dinilai kenapa kamu sampai dipecat. Kamu nyolong atau buat gaduh," lanjutnya.

Editor : Taat Ujianto