• News

  • Peristiwa

Ancaman KKB dan Eskalasi Politik di Papua Naik, 8.000 Personil TNI-Polri Dikerahkan

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol AM Kamal
Antara
Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol AM Kamal

TIMIKA, NETRALNEWS.COM - Kepolisian Daerah Papua terus memantau perkembangan situasi kamtibmas di Kabupaten Boven Digoel menjelang perhelatan pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2020, terlebih pasca diberhentikannya tiga komisioner KPU setempat baru-baru ini.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol AM Kamal di Timika, Minggu (15/11/20), mengatakan situasi kamtibmas pada 11 kabupaten penyelenggara Pilkada di Provinsi Papua saat ini relatif aman terkendali.

Hanya saja khusus untuk Kabupaten Boven Digoel, katanya, eskalasi politiknya meningkat dalam sepekan terakhir menyusul dinonaktifkannya tiga komisioner KPU setempat oleh KPU RI.

Dalam Surat Keputusan KPU RI Nomor 531/SDM.13-Kpt/05/KPU/XI./2020 tertanggal 4 November 2020, diputuskan bahwa tiga komisioner KPU Kabupaten Boven Digoel diberhentikan sementara terkait dengan penetapan calon bupati.

Ketiga komisioner KPU Boven Digoel yang diberhentikan sementara itu yakni Libertus Pogolamun, Hatta Nongkeng, dan Veronika Lande.

"Eskalasi politik di Boven Digoel memang dalam satu minggu terakhir mulai naik. KPU Pusat telah menyurati KPU Provinsi Papua untuk melakukan tiga hal yaitu mengambil alih proses Pilkada Kabupaten Boven Digoel, mengkaji ulang penetapan calon nomor urut 4. Sekarang tindak lanjut hal itu yang sementara bergulir," kata Kombes Kamal.

Jajaran Polda Papua maupun Polres Boven Digoel, katanya, kini terus membangun komunikasi dengan berbagai komponen dan elemen masyarakat di daerah itu untuk bersama-sama menciptakan situasi yang kondusif menjelang perhelatan pesta demokrasi lima tahunan itu.

"Saya sendiri selaku Pamwil di Boven Digoel baru kembali dari sana, situasi di sana memang agak kondusif. Namun dengan adanya perubahan kebijakan politik tentu akan berpengaruh pada situasi kamtibmas secara keseluruhan. Kami berharap mudah-mudahan semua persoalan yang ada bisa dikelola dengan baik," harap Kombes Kamal.

Kabid Humas menegaskan pesta politik lima tahunan baik itu pilkada maupun pemilu legislatif di Papua selalu saja diwarnai dengan berbagai persoalan.

"Semua daerah di Papua itu semuanya rawan, terutama saat pilkada. Setiap daerah punya ciri khas dan potensi kerawanan masing-masing yang berbeda satu dengan yang lain," ujarnya.

Hal lain yang menjadi perhatian penuh aparat keamanan menjelang perhelatan pilkada di Papua yaitu adanya potensi gangguan keamanan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

Di samping itu, kondisi geografis dan cuaca yang setiap saat bisa berubah dan tidak bisa diprediksi membuat tahapan pelaksanaan pilkada bisa ikut berdampak jika tidak dilakukan persiapan secara matang sebelumnya.

Guna mengamankan ajang pilkada pada 11 kabupaten di Provinsi Papua, akan dikerahkan sekitar 8.000 aparat Polri dibantu TNI.

"Kami sudah meminta BKO dari rekan-rekan TNI dan BKO Brimob Nusantara. Jika nanti situasi dan kondisi ada perubahan dan berpotensi mengganggu kamtibmas maka Brimob Nusantara yang disiagakan di Jayapura akan kita dorong ke daerah," jelas Kombes Kamal.

Menurut dia, pasukan BKO Brimob Nusantara sengaja disiagakan di Jayapura mengingat letak Jayapura yang strategis untuk bisa mengerahkan pasukan itu kemana saja jika dibutuhkan.

Selain Boven Digoel, daerah lain yang dianggap rawan saat ajang Pilkada di Provinsi Papua yaitu Yahukimo, dimana sebelumnya sempat terjadi tiga kasus pembunuhan di wilayah itu, salah satunya menimpa staf yang bertugas di KPU Yahukimo.

"Tadinya kami memprediksi Yahukimo itu rawan karena sebelumnya hanya dalam waktu dua hari terjadi tiga kasus pembunuhan. Tapi dalam kurun waktu dua bulan terakhir ekskalasinya menurun. Mudah-mudahan kondisi itu tetap terjaga sampai saat pelaksanaan pilkada," harap Kombes Kamal.

Sebelas kabupaten di Provinsi Papua yang menyelenggarakan hajatan Pilkada Serentak 2020 yaitu Merauke, Asmat, Yahukimo, Boven Digoel, Nabire, Keerom, Supiori, Waropen, Mamberamo Raya, Pegunungan Bintang dan Yalimo.

Editor : Taat Ujianto
Sumber : Antara