• News

  • Peristiwa

Sindir HRS Kebal Hukum, YW: Cukup Kumpulkan 50 Juta Atau Jadi Anggota Ormas Galak

Direktur Eksekutif Charta Politika Indonesia Yunarto Wijaya
Pikiran Rakyat
Direktur Eksekutif Charta Politika Indonesia Yunarto Wijaya

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Direktur Eksekutif Charta Politika Indonesia Yunarto Wijaya sindir Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Riziq Shihab yang seolah kebal hukum.

Dia ketahui, HRS dijatuhi denda Rp50 Juta karena langgar protokol kesehatan dengan menimbulkan kerumunan. Kerumunan terjadi saat acara pernikahan puteri HRS, sekaligus perhelatan Maulid Nabi.

"Prasyarat kebal hukum saat ini cukup dgn kumpulkan 50 jt rupiah atau jadi anggota ormas yang galak...," kata Yunarto, dikutip dari cuitannya, Senin (16/11/2020).

Yunarto bahkan ajak para Event Organizer (EO) untuk memasukkan anggaran sebesar Rp 50 Juta untuk membayar denda, karena menyelenggarakan acara di tengah Pandemi Covid-19. Tentu ini bukan ajakan serius, melainkan sindiran Yunarto pada sikap pemerintah. 

"Hayo para EO, denda 50 jt bisa dimasukin ke bagian dari cost... Nanti bisa dipuji juga karena bayar denda tertinggi...," kata Yunarto.

Pernyataan ini disampaikan Yunarto, menanggapi sikap Satgas Covid-19 melalui Doni Monardo yang memuji langkah Gubernur DKI Anies Baswedan. 

Seperti diketahui Gubernur Anies merupakan pibak yanv menjatuhkan denda Rp 50 Juta kepada HRS. Doni sempat menyebut, Rp 50 Juta adalah nominal denda yang tertinggi.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Sesmawati