• News

  • Peristiwa

Sebut Doni Monardo Mungkin Sudah Lelah, FH: Istirahat Saja Pak atau Mundur dari BNPB

Ferdinand Hutahaean
Istimewa
Ferdinand Hutahaean

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Kepulangan Pimpinan tertinggi Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab (HRS) dari Arab Saudi pada Selasa (10/11/2020) lalu menyita banyak perhatian berbagai kalangan.

Bagaimana tidak kedatangan orang nomor satu di FPI ini disambut secara spektakuler oleh para pengikut dan simpatisan dengan mengabaikan protokoler kesehatan di mana kerumunan terjadi di beberapa titik yang berpotensi menimbulkan klaster baru Covid-19.

Tak hanya itu HRS juga menggelar resepsi pernikahan putrinya dan acara maulid Nabi Muhammad SAW yang dihadiri banyak massa.

Namun sayangnya kerumunan itu didiamkan saja oleh pihak yang berwenang, seperti diketahui sebelumnya Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pernah mengancam bagi siapa saja yang berkerumun akan ditindak tegas.

Namun sayangnya Anies tidak tegas dan tidak konsisten dalam menerapkan aturan yang telah ia tandatangani soal Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di daerah masing-masing.

Bahkan Anies sendiri melanggar aturan tersebut dengan menemui Rizieq di kediamannya, beberapa jam setelah Sang Habib pulang dari Arab Saudi.

Terkait hal itu Mantan politisi Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean angkat bicara dan mengatakan, seharusnya Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo menegur Anies Baswedan selaku kepala daerah terkait adanya kerumunan massa HRS tersebut karena karena saat ini di DKI Jakarta masih memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Walau pun akhirnya Rizieq Shihab di kenakan denda sebesar Rp50 juta, namun tindakan ini dinilai tidak bijak.

"Harusnya Doni Munardo sebagai Satgas Pusat Penanggulangan Covid menegur satgas daerah atau Anies Baswedan, bukan malah memujinya karena denda 50 Jt," tulis Ferdinand.

Ferdinand pun menilai mungkin Doni Munardo mungkin sudah lelah dalam menangani pandemi Covid-19. 

"Doni Munardo mgkn sdh lelah, istrahat sj pak, pensiun lbh cepat atau mundur dr @BNPB_Indonesia," tulis mantan politisi Partai Demokrat tersebut. 

Editor : Nazaruli