• News

  • Peristiwa

Soal Habib Rizieq, Lieus Minta Pemerintah Nasehati Nikita Mirzani

Artis Nikita Mirzani.
Infotainment
Artis Nikita Mirzani.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Nama artis Nikita Mirzani tengah ramai diperbincangkan gara-gara komentarnya  soal kepulangan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab ke Indonesia pada Selasa (10/11/2020).

Nikita melalui Instagram stories-nya mengeluhkan ramainya orang yang menjemput Habib Rizieq hingga menimbulkan kemacetan di sejumlah ruas jalan di Jakarta. Ia juga menyebut nama habib adalah tukang obat.

Pernyataan Nikita mendapat kecaman dari pendukung Habib Rizieq karena menganggap janda tiga anak itu menghina imam besar mereka.

Salah satu tokoh yang ikut bereaksi keras atas ucapan Nikita adalah Lieus Sungkharisma. Menurutnya, Nikita tak punya adab karena nyinyirin Habib Rizieq yang notabene seorang ulama.

“Sungguh dia itu tak punya adab. Seakan-akan dia memang sengaja membuat pernyataan seperti itu agar suasana negeri ini terus gaduh,” kata Lieus  melalui keterangan tertulis yang diterima netralnews.com, Selasa (17/11/2020).

Lieus juga menyesalkan sejumlah orang yang mengaku intelektual, namun terjebak dalam perang cuitan antara Nikita dan pendukung Habib Rizieq.

“Bahkan ada intelektual yang berhadap-hadapan perang cuitan, sampai ada menganggap Nikita sebagai pahlawan. Ini sangat memalukan,” ujar Lieus lagi.

Padahal, tambah Lieus, FPI sendiri, melalui kuasa hukumnya, Aziz Yanuar menyebut pernyataan Nikita itu sampah, tidak penting dan tak perlu ditanggapi.
Namun demikian, Lieus menyebut, orang seperti Nikita itu memang harus diberi nasehat. Diingatkan agar tidak terus tersesat.

"Kasihan generasi penerus negeri ini jika orang-orang seperti itu malah dijadikan role model dan dianggap pahlawan karena berani melawan Habib Rizieq yang notabene adalah ulama,” ungkapnya.

Sebab, lanjut Lieus, apapun yang mendasari kebencian Nikita Mirzani pada Habib Rizieq, sangatlah tidak pantas dia mengatakan hal seperti itu. “Sangat tidak beradab orang yang jatidirinya sendiri tidak jelas, malah mempertanyakan asal usul dan nasab orang lain,” tegasnya.

Karena itu, Lieus menganjurkan agar Nikita Mirzani segera minta maaf, mengakui kesalahannya dan bertobat.
"Mumpung masih ada waktu, Nikita baiknya segeralah bertobat. Agar virus kerusakan adab ini tidak menyebar kemana-mana,” tegasnya.

Lebih jauh, Koordinator Komunitas Tionghoa Anti Korupsi (KomTak) ini berharap pemerintah menasehati dan mengingatkan orang-orang dengan sikap permusuhan dan penebar kebencian seperti Nikita ini.

“Jadi pemerintah harus bersikap adillah. Janganlah karena yang diserang bukan pejabat pemerintah, maka orang-orang seperti Nikita ini dibiarkan bebas mengatakan apa saja dengan alasan demokrasi dan kebebasan berpendapat. Sebaliknya, kalau ada orang yang mengkritisi pejabat pemerintah, langsung ditangkap. Ini kan tidak adil,” tutup Lieus.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sulha Handayani