• News

  • Peristiwa

Kementerian Kesehatan Ungkap Permasalahan Diabetes di Indonesia

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Cut Putri Arianie
Kementerian Kesehatan
Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Cut Putri Arianie

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Cut Putri Arianie mengungkapkan permasalahan Diabetes di Indonesia. 

Cut paparkan, menurut data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas), prevalensi Diabetes berdasarkan pemeriksaan gula darah pada orang di atas usia 15 tahun alami peningkatan. Permasalahannya, belum semua penyandang Diabetes mengakses fasilitas kesehatan, yakni hanya 1/3 saja. 

"Dikhawatirkan masyarakat akses pengobatan saat keadaan Diabetes sudah berat. Apalagi Diabetes sering kali tanpa gejala, kalaupun ada gejala tetapi tidak menganggu aktivitas, sehingga masyarakat abai," kata Cut, Selasa (17/11/2020).

Pernyataan itu disampaikan Cut saat Temu Media Virtual yang diselenggarakan Kemenkes dalam rangka Peringatan Hari Diabetes Sedunia Tahun 2020. Hari Diabetes Sedunia ini diperingati setiap 14 November dan mengangkat tema internasional “Diabetes: Nurses Make The Difference” dan tema nasional “Obati Diabetes, Cegah Komorbid Covid-19”.

Lebih lanjut Cut katakan bahwa Diabetes merupakan salah satu penyebab kematian besar di Indonesia dan angkanya terus meningkat. Selain itu di saat pandemi, Diabetes merupakan salah satu kategori penyakit penyerta pasien Covid-19. 

Maka dari itu Cut imbau bagi masyarakat yang memiliki perilaku konsumsi Gula, Garam, Lemak (GGL) berlebih, malas bergerak, kebiasaan merokok dan obesitas agar melakukan pemeriksaan sehingga terkontrol. Selain itu, bagi mereka yang memiliki faktor risiko agar melakukan pemeriksaan sehingga tetap sehat dan tidak menjadi penyandang Diabetes

"Lakukan skrining berkala, bisa diakses di sekitar kita di Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu). Selain itu bisa datang ke fasilitas kesehatan dengan kepersetaan BPJS," imbau Cut.

Bagi pasien Diabetes, dikatakan Cut bisa mengakses Mobile JKN untuk konsultasi keluhan dan langkah apa yang harus dilakukan terkait penatalaksanaan saat pandemi seperti saat ini. 

"Masa pandemi, pasien Diabetes tidak bergerak, diam di rumah, akan membuat keadaan tambah memburuk. Seharusnya tidak terjadi, jadi lakukan skrining gula darah berkala," pesan dia.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Sesmawati