• News

  • Peristiwa

Anies Dipanggil Polisi Gara-gara Acara HRS, Elit Demokrat: Tak Wajar...

Andi Arief, Kepala Badan Pemenangan Pemilu DPP Partai Demokrat.
rri.co.id
Andi Arief, Kepala Badan Pemenangan Pemilu DPP Partai Demokrat.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Kepala Badan Pemenangan Pemilu DPP Partai Demokrat, Andi Arief mengomentari langkah Polda Metro Jaya memanggil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk dimintai keterangan soal kerumunan massa di acara Habib Rizieq Shihab.

Menurut Andi, pemanggilan itu tak wajar karena pertanggungjawaban Anies sebagai gubernur merupakan pertanggungjawaban politik yang kewenangannya di atas kepolisian wilayah.

Seharusnya, lanjut Andi, yang memanggil Anies Baswedan adalah Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian.

"Pemanggilan @aniesbaswedan soal keramaian oleh Polisi tidak wajar. Karena pertanggungjawaban Anies sebagai Gubernur itu pertanggungjawaban politik," tulis Andi di akun Twitternya, @AndiArief_, Senin (16/11/2020).

"Posisi Anies di atas kepolisian wilayah. Karena jabatan politik. Harusnya Mendagri yang berhak memanggil Gubernur," jelas Andi.

Diberitakan, Polda Metro Jaya memanggil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk dimintai klarifikasinya terkait dengan kerumunan massa di acara pernikahan putri dari pentolan FPI Habib Rizieq Shihab dan acara peringatan Maulid Nabi di kawasan Petamburan, Jakarta Pusat pada Sabtu (14/11/2020).

Surat pemanggilan yang dilayangkan polisi diterima Anies Baswedan pada Senin (16/11/2020). Hari ini, Anies memenuhi panggilan tersebut. Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu tiba di Polda Metro Jaya sekitar pukul 09.40 WIB, Selasa (17/11/2020).

"Saya menerima undangan klarifikasi tertanggal 15 November 2020 yang saya terima kemarin, 16 November, mengundang saya untuk memberikan klarifikasi pada tanggal 17 (November) jam 10.00 pagi. Hari ini saya datang ke Mapolda sebagai warga negara untuk memenuhi undangan dari Polda," kata Anies di Polda Metro Jaya.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Irawan.H.P