• News

  • Peristiwa

Video Ajakan Serang Gubernur DKI Viral, Kesbangpol Diminta Fungsikan Intelijen Jaga Anies

Amir Hamzah, pengamat kebijakan publik.
Amir Hamzah, pengamat kebijakan publik.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) DKI Jakarta agar menggunakan fungsi intelijen guna melindungi Gubernur Anies Baswedan dari rencana jahat para lawan politiknya. Demikian ditegaskan pengamat kebijakan publik, Amir Hamzah.

Hal tersebut ditegaskan Amir menyusul viralnya video Aoki Vera Kurniawati, pegiat media sosial yang juga merupakan pendukung Jokowi-Ahok, yang berisi tentang gagasan dia untuk menyerang Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Habib Rizieq Shihab (HRS). 

Video itu diduga merupakan bagian dari sebuah pertemuan yang dilakukan secara online, dan gagasan itu disampaikan Aoki untuk seluruh peserta meeting

"Dengan beredarnya video itu, berarti meeting mereka bocor dan ide yang disampaikan tak dapat digunakan. Jadi, tentunya mereka akan membuat strategi baru," kata Amir di Jakarta, Selasa (17/11/2020). 

Menurut dia, dengan beredarnya video itu membuktikan bahwa serangan-serangan yang dialami Anies Baswedan sejak dirinya dilantik menjadi gubernur Jakarta periode 2017-2022 pada Oktober 2017, dilakukan lawan politiknya secara terstruktur, sistematis, dan menggunakan dana yang besar. 

Semula, kata dia, serangan diduga untuk menjatuhkan Anies di tengah jalan, namun karena Anies mampu bertahan, maka serangan ditujukan untuk menjegal agar Anies tidak dapat mencalonkan diri di Pilpres 2024.

Amir mengakui, perilaku lawan politik Anies itu tidak bermoral dan sangat jahat, karena untuk mencapai tujuannya, mereka menyerang dengan membabi buta, sehingga kebijakan Anies yang benar pun akan dicari dimana celah kesalahannya, sementara yang dinilai salah seperti PPDB (Penerimaan Pesrta Didik Baru) dengan didasarkan pada usia, bukan prestasi, digoreng habis-habisan melalui media, terutama media sosial. 

"Video Aoki yang viral itu menunjukkan bahwa Anies dan jajaran birokrasi yang loyal kepadanya harus mampu antisipatif dan menutup setiap celah yang mungkin dapat digunakan," ujarnya. 

Terkait masalah antisipatif tersebut, Amir menyarankan agar Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) menggunakan fungsi intelijen yang dimilikinya. 

"Bakesbangpol punya aparat intelijen Pemerintahan Daerah, yaitu FKDM (Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat). Itu dimaksimalkan," tegasnya.

Untuk menjalankan tugas memproteksi Anies, lanjut Amir, anggota FKDM dikerahkan untuk melakukan pantauan secara "tersembunyi" terhadap orang-orang yang diduga terlibat dalam konspirasi jahat untuk menyerang Anies. 

"FKDM di tingkat kelurahan harus lebih diefektifkan," pungkas Amir. 

Seperti diberitakan sebelumnya, pada Minggu (15/11/2020), sebuah video yang menampilkan sosok Aoki Vera Kurniawati secara close up, viral di media sosial.  Dalam video itu, Aoki mengatakan sesuatu yang terkesan sebagai usulan tentang cara menyerang Anies dan HRS secara efektif. 

Ini yang dikatakan Aoki dalam video berdurasi 1 menit 46 detik itu:

"Hallo ... Assalamualaikum..  buat temen-temen semua selamat malam. .. 

Ee... Gini, kalau menurut gue, kalau mau membuat reschdule ikutin caranya Bang Fahmi. Sekali lagi, Bang Fahmi...  

Kita jangan mau diri kita kayak kadrun, itu satu. Yang kedua, gue ada usulan ... ee, Bang Fahmi coba bicara sama Ha*** Mua****  Al*****.. gimana kalau kita serang mereka. 

Jadi, gini, kita serang mereka jangan dengan cara seperti ini, tapi kita cari sisi kelemahan mereka.

Kelemahan mereka dimana? Kelemahan mereka ada saat Anies diganggu sama kita. 

Caranya bagaimana? Kumpulkan orang-orang yang selama ini sudah dapat denda dari Pemda DKI, dari urusan PSBB. Misalnya warung-warunh yang kena denda, restoran-restoran yang kena denda,  masyarakat yang gak pakai masker yang kena denda,  kita minta Anies kembalikan denda selama ini, karena Anies tidak mencegah kejadian di Petamburan dan saat hajatan saat ini. Itu satu. Dengan begitu, Anies tertekan,  Rizieq akan marah. Tentu saja atas maunya JK, karena Rizieq harus melindungi Anies. 

Begitu Rizieq marah, ada sisi lain yang bisa kita hajar. Kasus dia semakin kita cuatkan dan kemarahan Rizieq kita angkat lagi barengan. 

Kita pakai taktik, sayang, kalau mau perang sama orang. Turun ke jalan tidak menyelesaikan maslaah. Assalamualaikum". 

Netizen menduga, video ini merupakan bagian dari sebuah meeting online, karena pernyataan Aoki dalam video itu terkesan seperti sedang memberikan pengarahan atau menyampaikan ide untuk strategi menyerang Anies dan HRS, kepada sejumlah orang.  

Aoki, menurut penelusuran, memang termasuk sosok yang kontroversial, karena selain pernah diduga memfitnah Anies dalam acara FKTMB, pada 17 Mei 2020 dia juga diberitakan memfitnah Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana dengan tuduhan meminta paksa (memalak) pabrik-pabrik di Karawang agar menyumbang beras untuk disalurkan kepada warga terdampak pandemi Covid-19, dan beras dari hasil pemalakan itu diberi gambar Cellica dan dijadikan untuk ajang kampanye.

Dugaan fitnah itu disampaikan melalui rekaman video berdurasi 7 menit 28 detik yang disebarkan melalui jejaring sosial WhatsApp dan akun Facebook milik Aoki sendiri.

Reporter : Wahyu Praditya Purnomo
Editor : Irawan.H.P