• News

  • Peristiwa

Hajatan Langgar Prokes, Netizen: Waket DPRD Tegal Gentleman, Ga Kakean Nyocot Kayak...

Ilustrasi konser dangdut sunatan di Tegal yang sempat viral beberapa waktu lalu
Foto: Suara.com
Ilustrasi konser dangdut sunatan di Tegal yang sempat viral beberapa waktu lalu

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Sidang perdana kasus hajatan dan konser dangdut yang menjerat Wakil Ketua DPRD Kota Tegal, Wasmad Edi Susilo digelar di Pengadilan Negeri (PN) Tegal, Selasa (17/11/2020).

‎Sidang beragenda pembacaan dakwaan oleh Jaksa Penutut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Tegal, Widya Hari Sutanto dan Yohanes Kardinto.

Dalam dakwaan yang dibaca bergantian, Wasmad didakwa melanggar Pasal 93 Undang-undang (UU) Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan dan Pasal 216 ayat 1 KUHP.

Ternyata, berita tersebut mendapat sorotan netizen di sosial media. Hal ini seperti tercermin dalam akun FB @Mak Lambe Turah yang ikut membagikan tautan dan mencuit dengan membandingkan dengan kasus penindakan kerumunan massa di Petamburan, Jakarta.

MLT membuat judul cuitannya "NYOOOH HAJATAN SUNATAN DAN NIKAHAN ELIT POLITIK AJA KENA SANKSI PASALNYA BERLAPIS."

"Nah junjungan loe udah difasilitasin masker, jalanan ditutup masih bacot aja helllawwwwwww mau gue gigit juga jantung loe pade yg masih ngotot nyama2in sama pilkada," tulis MLT.

"Pilkada is pilkada. Ini yg dikomplen HAJATAN RESEPSI PERNIKAHAN junjungan loe !!!!⁣⁣ nyohh.....nyooooh waket DPRD KOTA TEGAL gentleman jadi TERSANGKA sampe  duduk dikursi pesakitan, belom lagi dibully seindonesia, gegara hajatan nyuuuukkkk," lanjutnya.

"Belon lagi yang laen2...banyak udah korban yang gelar resepsi pernikahan saat pandemi dibubarkan. Apalagi sampe pasang tenda berjejer2, itu kaga adeeee....Tutup jalan kaga adeee....difasilitasin masker kaga adee.. udah deh, sanksi terima, dihadapin diperiksa pak polisi nyoooh contoh wakil ketua DPRD Kota Tegal.. DIHADAPIN..GENTLEMAN, GA KAKEAN NYOCOT kayak elu...elu!" imbuh MLT.

"BELOM LAGI ITU WNI DARI LUAR NEGERI WAJIB KARANTINA. ITU AJA SATU PASAL 9 UDAH DILANGGAR. TITIK GA ADA TAWAR MENAWAR HUKUM. SEMUA WARGA SAMA DIMATA HUKUM. YANG SATU KARANTINA SEMUA JUGA DARI LN KARANTINA JANGAN DIBEDA2KAN. TITID," tegas MLT.

Sementara sebelumnya diberitakan, dalam pernyataannya, JPU Yohanes Kardinto, Wasmad disebutkan telah melanggar ‎Pasal 93 UU Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan karena menggelar ‎hajatan pernikahan dengan hiburan orkes dangdut di Lapangan Kecamatan Tegal Selatan pada 23 September 2020 tanpa menerapkan protokol kesehatan.

Menurut Yohanes, dalam acara tersebut, tidak tersedia tempat cuci tangan menggunakan sabun yang bisa diakes ‎dan memenuhi standar atau handsanitizer.

Selain itu, tidak ada upaya penapisan kesehatan orang yang masuk ke lapangan, pengaturan jaga jarak serta penegakkan disiplin perilaku masyarakat yang berisiko menyebabkan penularan Covid-19.

"‎Perbuatan terdakwa tidak mendukung dan mematuhi imbauan pemerintah dalam upaya  memutus mata rantai penularan Covid-19,‎" kata Yohanes.

Adapun dalam dakwaan kedua yang dibacakan Widya Hari Sutanto‎, Wasmad didakwa melanggar Pasal 216 Ayat 1 KUHP.

Menurut Hari, ijin yang diberikan Kapolsek Tegal Selatan kepada terdakwa adalah hajatan pernikahan dan acara pertunjukan atau hibur‎an organ tunggal. Namun dalam pelaksanaannya, hiburan yang digelar adalah orkes dangdut di lapangan sehingga sangat banyak masyarakat yang datang untuk menyaksikan.

"Di mana pada saat itu situasi dan kondisi di tempat pertunjukan tidak dilengkapi dan diterapkan protokol kesehatan seperti tidak tersediannya tempat cuci tangan menggunakan sabun atau hand sanitizer, dan tidak ada upaya penapisan kesehatan orang yang datang‎, pengaturan jaga jarak serta penegakkan disiplin perilaku masyarakat yang berisiko menyebabkan penularan Covid-19," ujarnya.

Heri mengatakan, pada 23 September 2020 pukul 17.00 WIB sejumlah anggota Polsek Tegal Selatan mendatangi lokasi acara dan meminta terdakwa menghentikan ‎acara hiburan dan memberikan surat pencabutan ijin penyelenggaraan acara.

"‎Namun terdakwa tidak mengindahkan dan memenuhi permintaan petugas tersebut, akan tetapi tetap melanjutkan acara dengan mengatakan surat saya terima tapi acara tetap akan dilanjutkan dan menjadi tanggung jawab saya sepenuhnya," ujar Heri.

‎Setelah pembacaan dakwaan, Wasmad langsung mengajukan dan membacakan eksepsi yang sudah disiapkannya.

Dalam sidang yang berlangsung selama sekitar satu jam tersebut Wasmad memilih tidak didampingi oleh pengacara meski mengaku sudah menyiapakannya.

Editor : Taat Ujianto