• News

  • Peristiwa

Anies Bandingkan Kerumunan HRS dengan Pilkada, Ruhut: Makin Stress Saja Nih Gabenar...

Politikus Ruhut Sitompul
Istimewa
Politikus Ruhut Sitompul

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Politisi PDIP Ruhut Sitompul merasa heran dengan pernyataan seorang kepala daerah yang membandingkan kerumunan massa pilkada dengan kerumunan massa kelompok yang disebutnya 'kadrun'.

Ruhut tidak menyebut nama siapa kepala daerah yang dimaksud. Ia hanya memberikan petunjuk jika sosok tersebut bergelar doktor dan merupakan mantan rektor di sebuah universitas.

"Kok bisa ya Kepala Daerah Profesor Doktor mantan Rektor menyamakan pengumpulan Massa Pilkada dengan pengumpulan massa kadrun yang melanggar Protokol Kesehatan," tulis Ruhut di akun Twitternya, dikutip netralnews.com, Jumat (20/11/2020).

Meski merasa heran dengan pernyataan kepala daerah itu, namun di satu sisi Ruhut mengaku maklum lantaran sosok yang dijulukinya 'gabenar' itu menang pilkada karena isu SARA.

"Makin stresssssss saja nie gabenar, tapi Aku maklum menangnya saja kemarin karena SARA Ujaran Kebencian Fitnah, Teror. MERDEKA," kata @ruhutsitompul.

Cuitan Ruhut itu ramai dikomentari warganet (netizen). Mereka menduga, kepala daerah yang dimaksud mantan politisi Partai Demokrat itu adalah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Pasalnya, beberapa hari lalu Gubernur Anies membandingkan kerumunan pilkada dengan kerumunan acara Habib Rizieq Shihab (HRS) yang belakangan menjadi polemik.

Berikut komentar sejumlah netizen menanggapi cuitan Ruhut Sitompul.

"Kira-kira menurut bang Ruhut, apakah pantas dia mencari pembenaran dari kesalahan pilkada seolah dia mencontoh untuk berbuat salah yang lebih besar lagi?. Kalau pemimpin seperti itu maka yang dia contoh adalah kesalahan bukan kebaikan," tulis @ZabogaR100.

"Yang stres bukannya kau Lae..dari segala sisi kau serang Anies dan bermacam fitnah kau lontarkan malah bertubi-tubi penghargaan yang Anies dapat....baiknya kau ngaca Lae...kupingku masih utuh.. (emoji tertawa)," kata @IbraPanyal**.

"Pak @aniesbaswedan  yang berprestasi lu yang stressssss (emoji tertawa). MERDEKA #kasian," sindir @Fahrozila**.

"Ga salah Abang bilang, ayat dan mayat jadi program kerja prioritas. Tapi maaf si @aniesbaswedan cuma di DKI, tapi kalau di tingkat nasional lawannya pak @ganjarpranowo, lewat dia. Gak akan bisa pake FPI, GNPF ulama, Reuni 212 Wiro sableng. Indonesia pada dasarnya menolak Intoleran," komentar @Sureme**.

Sebelumnya, Anies Baswedan menyebut bahwa Pemprov DKI melakukan tindakan proaktif saat ada potensi keramaian massa Habib Rizieq. Ia mengklaim, belum ada pemerintah daerah yang melayangkan surat peringatan untuk mencegah kerumunan seperti yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta.

"Anda boleh cek wilayah mana di Indonesia yang melakukan pengiriman surat mengingatkan secara proaktif bila terjadi potensi pengumpulan," ujar Anies di Jakarta, Senin (16/11/2020).

Mantan Rektor Universitas Paramadina itu kemudian mencontohkan kerumunan massa saat tahapan Pilkada 2020 di beberapa daerah.

"Anda lihat Pilkada di seluruh Indonesia sedang berlangsung, adakah surat (resmi) mengingatkan penyelenggara tentang pentingnya menaati protokol kesehatan," ungkap Anies. 

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sesmawati