• News

  • Peristiwa

Diperiksa 9,5 Jam Soal Kerumunan HRS, RG: Istana Harap Anies Kena Delik

Pengamat Politik Rocky Gerung
Istimewa
Pengamat Politik Rocky Gerung

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pengamat Politik Rocky Gerung (RG) angkat bicara terkait pemeriksaan pada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Selama 9,5 jam, Anies diperiksa terkait kerumunan massa dalam acara yang digelar Habib Rizieq Shihab (HRS). 

Seperti diketahui, Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) baru-baru ini menyelenggarakan Maulid Nabi SAW dan menikahkan puterinya di hari yang sama. Kegiatan itu dilaksanakan di kediamannya, Petamburan. 

"Itu dipanggil buat apa? Dan berjam-jam. Itu sepele. Tinggal baca aturannya," kata RG, dilansir dari pernyataan dikanal Youtubenya, Jumat (20/11/2010). 

Menurut RG, terlihat bahwa pihak Kepolisian terpaksa memperpanjang pemeriksaan. Alasannya, sebagai upaya untuk melayani kepentingan Istana sehingga seolah-olah telah diperiksa dan ditemukan deliknya. 

"Kan Istana berharap Anies kena delik. Padahal Polisi mengerti bahwa tidak mungkin diberikan delik pada sifat Undang-undang yang tidak punya kekuatan hukum dalam UU karantina," jelas RG.  

RG anggap, kejadian terhadap Anies karena Istana tidak mengolah informasi. Dia mempertanyakan posisi Menkopolhukam Mahfud MD yang tidak memiliki pengetahuan bahwa UU karantima tidak diberlakukan, justru karena Presiden Joko Widodo (Jokowi) ingin diberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

"Jadi mustinya ada tim yang membaca itu. Saya tidak mengerti bahwa Polisi juga kesulitan untuk mengakkan hukum terhadap sesuatu yang sifatnya sangat liqiud, tidak konstan," kata RG.

Maka dari itu, orang yang paham terpaksa memberi konferensi pers karena takut dirundung ahli hukum. Sebut saja Ketua Satgas Covid-19 Doni Monardo yang diketahui RG langsung berbicara bahwa Anies tidak bersalah. 

"Pak Doni langsung bicara bahwa Anies tidak ada salahnya. Pangdam Jaya juga terangkan yang sama," tegas RG.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Sesmawati