• News

  • Peristiwa

Luar Biasa, Covid-19 Bisa Bedakan Kerumunan Biasa dan Kerumunan Diatur UU

Ustaz Hilmi Firdausi
Istimewa
Ustaz Hilmi Firdausi

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Da’i Ustaz Hilmi Firdausi mengatakan, Covid-19 mengalami peningkatan kemampuan yang luar biasa dalam kurun waktu hampir setahun. 

Kata Ustaz Hilmi, Virus Covid-19 sudah bisa membedakan antara kerumunan biasa dan kerumunan yang diatur Undang-undang (UU).

"Setelah hampir setahun, Covid 19 mengalami peningkatan kemampuan yg luar biasa. Sekarang virus itu sdh bisa membedakan kerumunan biasa & kerumunan yg diatur UU," ujar Ustaz Pemilik SIT Daarul Fikri dan Pengasuh PPA Yatim Dhuafa Assa’adah ini, dikutip dari cuitannya, Jumat (20/11/2020).

Pernyataan ini disampaikan Ustaz Hilmi pasca kerumunan massa dalam acara Maulid Nabi SAW dan pernikahan puteri dari Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab (HRS). Acara tersebut seperti diketahui diselenggarakan di kawasan Petamburan. 

Buntut dari acara tersebut, terjadi pemanggilan dan pemeriksaan selama 9,5 jam pada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyusul acara yang diselenggarakan HRS.

Di sisi lain, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengeluarkan intruksi yang memuat ketentuan, kepala daerah bisa diberhentikan apabila melanggar protokol kesehatan Covid-19.

Cuitan Ustaz Hilmi lantas mendapatkan komentar dari warganet. Ada yang menilai Covid-19 di Indonesia bahkan mau tidak mau harus ikut berpolitik dan Virus Covid-19 bisa melihat mana kerumunan oposisi dan mana yang kerumunan rezim atau kerumunan yang diatur UU.

"Itulah hebatnya Indonesia *emoticon* Virus Covid-19 di Indonesia mau gak mau harus ikutan berpolitik juga akhirnya. Virus Covid-19 bisa melihat mana kerumunan oposisi dan mana yang kerumunan rezim/ kerumunan yang diatur UU," kata @s*ltan_m*ra*o.

Ada juga warganet yang berkelakar bahwa Virus Covid-19 memiliki indra penciuman canggih. Pasalnya, Virus Covid-19 seolah bisa membedakan kerumunan biasa dan yang diatur UU.

"Virusnya sudah memiliki Indra penciuman yg canggih, hingga bisa membedakan mana keruman biasa, mana kerumunan yg di atur undang-undang...," kata #Ajo_K*a**fi.

Ada juga warnaget yang menyindir kasus hajatan perkawinan wakil ketua DPRD Kota Tegal, Kapolda dan Gubernur Jawa Tengah (Jateng) yang aman.

"Kasus acara di waterboom milik salah satu timses cawalkot medan, kapolda dan gubernur sumut aman....," ujar B*maCi*nj*r.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Sesmawati