• News

  • Peristiwa

Pengamat Pertanyakan Diamnya Prasetyo saat Megawati Sebut Jakarta Amburadul

Pengamat kebijakan publik Trubus Rahardiansyah
Istimewa
Pengamat kebijakan publik Trubus Rahardiansyah

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Sikap diamnya Ketua DPRD DKI Prasetyo Edi Marsudi atas persoalan Jakarta menjadi pertanyaan. Terlebih Prasetyo yang notabene nya kader PDIP diam ketika Ketua Umum (Ketum) Megawati menyebut adanya sejumlah permasalahan di Jakarta, hingga menyebut amburadul.

Mungkinkah ada deal-deal politik ? Sehingga Prasetyo Edi Marsudi terkesan diam, tak mendukung tudingan Megawati Soekarnoputri mengenai amburadulnya Ibu Kota.

"Patut diduga, patut dipertanyakan, apakah ada sesuatu yang rahasia. Kalau politik ada deal-deal politik, saya curiga kesana, terkait pembahasan APBD DKI," kata Pengamat Kebijakan Publik Trubus Rahardiansyah saat dihubungi, Jumat (20/11/2020).

Seharusnya kata Trubus, sikap Prasetyo sebagai kader partai oposisi yang duduk sebagai pimpinan dewan, harus mengambil alih semua persoalan di Jakarta. Termasuk adanya persoalan kerumunan yang terjadi di Petamburan, pekan lalu.

Namun sikap diamnya Prasetyo mengindikasikan adanya deal-deal tertentu. Ia pun lantas membandingkan dengan rencana revitalisasi Monas oleh Pemprov DKI beberapa waktu lalu. Sejak awal, jelas Trubus, Prasetyo selalu mengkritisi kebijakan Pemprov DKI tersebut.

"Harusnya sikap Pak Pras, sebagai ketua (dewan) harusnya mengambil alih terjadinya persoalan, termasuk adanya persoalan kerumunan. Tidak seperti ini, ini mengindikasikan dirinya memiliki deal-deal tertentu," ujarnya.

"Waktu soal Monas dia banyak menghantam, tetapi tiba-tiba lembek, masuk angin itu. Berarti ada sesuatu yang buat dia masuk angin," lanjut Trubus.

Lebih lanjut dirinya pun menyebut sikap Prasetyo yang berseberangan dengan Ketua Umum PDIP, Megawati merupakan pembangkangan politik. Trubus menilai adanya ketidakharmonisan di dalam tubuh PDIP. Tentu saja hal tersebut ada konsekuensi politiknya.

"Itu (yang dilakukan Prasetyo) namanya pembangkangan politik, tentu ada konsekuensi nya dan saya rasa Pak Pras sudah tau, seperti mengambil langkah mengundurkan diri," tutur Trubus.

Diketahui, Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila yang juga Ketua Umum Megawati Soekarnoputri menilai Jakarta amburadul.

Salah satu basisnya adalah Jakarta yang kini dipimpin Gubernur Anies Baswedan tidak masuk tiga besar Kota Mahasiswa Terbaik 2020 versi Universitas Negeri Jakarta (UNJ).

Berdasarkan hasil riset tim UNJ, DKI Jakarta berada di peringkat ke-6 dengan skor 10. Sementara peringkat pertama adalah Semarang dengan skor 17, diikuti Solo dan Surabaya dengan skor 15.

"Persoalannya, sekarang saya bilang Jakarta ini menjadi amburadul, karena apa, ini tadi seharusnya city of intellect ini dapat dilakukan tata kotanya, masterplan-nya, dan lain sebagainya," kata Mega saat berbicara dalam acara Dialog Kebangsaan: Pembudayaan Pancasila dan Peneguhan Kebangsaan Indonesia di Era Milenial yang disiarkan secara daring, Selasa (10/11/2020).

Reporter : Wahyu Praditya Purnomo
Editor : Nazaruli