• News

  • Peristiwa

Pilkada Serentak, TG: Beranikah Calon Kepala Daerah Mengutuk FPI, Hizbut Tahrir & ISIS?

Dewan Pakar Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Teddy Gusnaidi
Twitter
Dewan Pakar Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Teddy Gusnaidi

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Dewan Pakar Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Teddy Gusnaidi (TG) mengatakan bahwa calon kepala daerah yang akan bertarung pada Pilkada 9 Desember 2020 mendatang tidak akan berani mengutuk oraganisasi massa (ormas) yang sering membuat keresahan.

Hal ini dikarenakan para calon kepala daerah tersebut takut kehilangan dukungan suara dari kelompok-kelompok itu, maka dengan ketakutan inilah yang membuat rusaknya pilkada langsung.

"Pilkada 9 Desember 2020, beranikah para calon kepala daerah mengutuk FPI, Hizbut Tahrir, ISIS dan organisasi lainnya yang membuat keresahan di negara ini?

Saya yakin tidak berani, Karena mereka takut kehilangan suara kelompok-kelompok tersebut. Inilah rusaknya Pilkada langsung," tulis Teddy Gusnaidi.

Lebih lanjut Teddy mengatakan jika para calon kepala daerah bicara keberagaman dan toleransi dalam kampanye, itu hanya retorika sampah.

"Mereka tidak mungkin melakukan hal tersebut karena tidak berani menentang FPI, Hizbut Tahrir, ISIS dan kelompok yang membuat resah lainnya," ujarnya.

Teddy juga mengatakan negara ini akan terus gaduh jika Pilkada langsung terus digunakan dan kelompok-kelompok yang membuat resah akan terus berkembang karena suara mereka dibutuhkan oleh para calon kepala daerah.

Gebrakan copot baliho hanya sementara saja, nanti juga hilang dan balik lagi ke kondisi sebelumnya.

"Jadi tujuan mereka maju untuk menjadi kepala daerah bukan untuk bangsa dan negara, bukan untuk kepentingan rakyat, tapi untuk kepentingan pribadi mereka sendiri. Apakah tujuannya untuk bisnis, untuk cari nafkah atau apapun, tapi yang pasti bukan untuk bangsa dan negara," ujarnya

Editor : Sesmawati