• News

  • Peristiwa

Di Kerumunan Massa HRS Sudah Banyak Positif Covid-19, EK: Kehadirannya Selalu Jadi Bencana

Habib Rizieq Shihab disambut ribuan massa
Foto: Pikiran Rakyat
Habib Rizieq Shihab disambut ribuan massa

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Plt Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes Budi Hidayat menyatakan sebanyak 80 orang pada kerumunan yang terjadi di wilayah Petamburan dan Tebet, Jakarta, terkait acara yang dihadiri Habib Rizieq Shihab (HRS) terkonfirmasi positif Covid-19.

Dalam konferensi pers di Graha BNPB, Jakarta Timur, Minggu (22/11), Budi mengatakan hasil itu didapatkan berdasarkan tes PCR yang telah dilakukan. Rinciannya adalah 19 kasus di Tebet, dan 30 di Petamburan.

Selain itu, seperti dilansir Antara, ia menyatakan masih menunggu hasil tes PCR yang diperiksa di Laboratorium Kesehatan Daerah atas kerumunan di kawasan Megamendung, Bogor.

Pegiat media sosial Eko Kuntadhi, Senin (23/11/20) menanggapi: "Kehadirannya memang selalu menjadi bencana untuk orang lain..."

Sementara sebelumnya diberitakan, per 21 November 2020, menurut Plt Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes Budi Hidayat , setidaknya 15 kasus masih menunggu konfirmasi positif atau tidak dari kerumunan yang terjadi di Megamendung.

Kementerian Kesehatan kini tengah melakukan pemantauan penularan Covid-19 secara ketat di wilayah Petamburan, Bandara Soekarno-Hatta, Tebet, dan Mega Mendung.

Oleh karena itu, dia meminta masyarakat yang menghadiri kegiatan dan berkerumun di Bandara Soekarno-Hatta, Petamburan, Tebet, dan Mega Mendung terkait acara yang dihadiri Rizieq Shihab, melakukan isolasi mandiri agar meminimalkan risiko penularan Covid-19 yang lebih luas.

"Kerumunan pada kegiatan yang dilakukan dalam rangka acara keagamaan dan nikahan tersebut, Kementerian Kesehatan mengimbau bagi siapa saja yang mengikuti dan siapapun yang merasa kontak erat dengan orang yang hadir agar melakukan isolasi mandiri selama 14 hari," kata Budi.

Budi juga mengingatkan apabila masyarakat yang melakukan isolasi mandiri dan mengalami gejala Covid-19, seperti batuk, pilek, sesak napas, sakit tenggorokan, serta hilang indra penciuman dan perasa agar segera mengunjungi Puskesmas terdekat untuk melakukan pemeriksaan tes PCR.

Pemerintah juga telah menyiapkan pusat karantina di Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet maupun hotel yang telah disediakan.

Kementerian Kesehatan meminta kepada tokoh masyarakat, tokoh agama, dan pimpinan daerah agar bisa memberikan contoh dan teladan bagi masyarakat luas dalam penerapan protokol kesehatan.

Sehari sebelumnya, Wakil Sekretaris Umum FPI Aziz Yanuar menilai munculnya klaster Petamburan usai kegiatan Rizieq, dua pekan lalu terkesan politis.

Aziz mengatakan Satgas Penanganan Covid-19 terlalu cepat menyimpulkan bahwa klaster Petamburan karena acara yang dihadiri Rizieq tersebut.

"Terlalu dini dan bernuansa politis menurut saya kalau langsung disimpulkan itu dari Maulid kemarin," ujar Aziz saat dihubungi CNNIndonesia.com, Sabtu (21/11).

Lagi pula, menurut Aziz, sejak beberapa bulan lalu sudah ada klaster Petamburan yang muncul dari asrama Sekolah Tinggi Teologi Bethel di Petamburan.

"Klaster Petamburan dari Bethel kan memang sudah ada sebelumnya dari beberapa bulan lalu," ujarnya.

Editor : Taat Ujianto