• News

  • Peristiwa

Pangdam Jaya Didukung Panglima TNI Cabut Baliho, Ruhut Komen Begini

Politikus Ruhut Sitompul
Istimewa
Politikus Ruhut Sitompul

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Politisi Ruhut Sitompul menyindir pihak yang menyerang Panglima Kodam Jaya Mayor Jenderal Dudung Abdurachman yang memerintahkan anak buahnya mencopot baliho Habib Rizieq Shihab. Menurut Ruhut, serangan tersebut mental semua karena ternyata kebijakan Pangdam Jaya itu didukung sepenuhnya oleh Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto.

"Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman didukung Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dalam mengambil langkah memerintahkan Anak Buahnya mencopot baliho pimpinan FPI Rizieq Shihab, Bravo TNI dari Rakyat utk Rakyat yang semakin dicintai Rakyat Indonesia MERDEKA" tulis Ruhut di akun Twitternya Selasa (24/11/2020).

Sebelumnya, Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI Achmad Riad menyebut, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mendukung langkah Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurrahman yang memerintahkan prajuritnya menurunkan spanduk dan baliho tokoh Front Pembela Islam (FPI), Rizieq Shihab.

"Tentunya Panglima TNI akan mendukung semua tindakan yang dilakukan Pangdam Jaya atas dasar pertimbangan di lapangan tersebut," ujar Riad dalam keterangan tertulis, Senin (23/11/2020).

Riad mengatakan, Panglima TNI selama ini tidak pernah memberikan perintah kepada Pangdam Jaya untuk menurunkan spanduk dan baliho bergambar Rizieq Shihab.

Alasannya, penurunan spanduk dan baliho terlalu teknis dari sisi operasional. 

Akan tetapi, Pangdam Jaya selaku pimpinan militer daerah mempunyai tanggung jawab di wilayah militernya, sehingga, kata dia, Pangdam Jaya mengambil tindakan atas dasar pertimbangan situasi di lapangan.

Sementara itu, Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurrahman mengakui bahwa penurunan baliho bukan perintah langsung dari Panglima TNI.

Sebab, kegiatan penurunan spanduk cukup di level jabatan Pangdam.

Menurut Dudung, penurunan spanduk dan baliho ini pada dasarnya juga tak berbeda dengan kegiatan pembagian masker dan bakti sosial yang dilakukan TNI selama ini.

Kegiatan itu, kata Dudung, juga tidak perlu menunggu perintah Panglima TNI.

"Tetapi setelah kegiatan pasti saya laporkan kepada Panglima TNI dan harus diketahui oleh Panglima TNI," kata dia.

Reporter : Dimas Elfarisi
Editor : Sesmawati