• News

  • Peristiwa

MUI Soroti Calon Kapolri Non Muslim, Eko: Yang Gak Boleh Kalau Ketua MUI Non Muslim

Pegiat media sosial Eko Kuntadhi.
Twitter
Pegiat media sosial Eko Kuntadhi.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pegiat media sosial Eko Kuntadhi menanggapi Wakil Ketua MUI Muhyiddin Junaidi yang menyoroti soal Kapolri non muslim.

Pada sebuah berita online diberitakan Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Muhyiddin Junaidi menganggap aneh jika Kapolri pengganti Jenderal Idham Aziz nantinya dijabat oleh seseorang yang bukan beragama Islam atau nonmuslim.

Meski Indonesia bukan negara Islam, Muhyiddin berpendapat sangat aneh bila pemimpin aparat keamanan berlatar belakang nonmuslim memimpin penduduk Indonesia yang mayoritas beragama Islam.

Seorang pemimpin nonmuslim mengendalikan keamanan negara di mana mayoritas penduduknya muslim adalah sebuah keanehan dan tugasnya pasti amat berat," kata Muhyiddin dilansir CNNIndonesia.com, Rabu (25/11).

Menanggapi pernyataan tersebut, Eko menulis di Twitternya, Kamis, (26/11/2020), “Pak, kalau Kapolri non muslim, emang masalahnya dimana? Yang gak boleh, kalau ketua MUI dijabat non muslim. Itu jelas dilarang!.”

Pernyataan Eko mendapat beragam tanggapan dari para pengikutnya. Sebut saja akun @PaulWinto yang menulis,” Yg aneh itu udh ada ulama ceramah omongin lonte trus provokasi penggal kepala tpi MUI diam aja.”

@Djie Sam Soe, memosting, “ Wkwkwk kalau non muslim boleh jadi ketua MUI takut nanti Christian Prince ikut mendaftar."

@AnasSuardi, menambahkan,” Nah inilah hasil didikan Agama primordial yaa gini... Bikin. malu aja..”

@Johny Depok menulis, “Bapak ini pikirannya masih Ngadrun terus,”

 "Tapi ada kemungkinan ketua persekutuan lol gereja dijabat oleh seorang muslim.," tulis @Slamet Subur.

Editor : Sulha Handayani