• News

  • Peristiwa

Ungkap Potensi Korupsi Edhy Prabowo 3,6 Triliun/Tahun, DS: Istri Ga Kuat, Ambyarrrrr....

Denny Siregar
Foto: Istimewa
Denny Siregar

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo sebagai tersangka dalam kasus suap perizinan tambak, usaha dan atau pengelolaan perikanan atau komoditas perairan sejenis lainnya tahun 2020.

Dalam kasus ini, KPK menyita barang mewah mulai dari jam rolex hingga tas hermes.

Dari hasil tangkap tangan tersebut, ditemukan ATM BNI atas nama AF (Ainul Faqih), tas LV, Tas Hermes, Baju Old Navy, Jam Rolex, Jam Jacob n Co, Tas Koper Tumi dan Tas Koper LV," kata Wakil ketua KPK Nawawi Pomolango di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (25/11/2020) malam.

Pegiat media sosial Denny Siregar kemudian membuat analisa sederhana. Melalui akun Twitternya, Kamis (26/11/20), Denny mengatakan "Pak Menteri dapet untung Rp 1800/ ekor benih lobster."

"Kapasitas benih lobster kita 2 milyar ekor per tahun. Jadi potensi korupsinya Rp 1800 x 2 milyar ekor = 3,6 trilyun/ tahun. Baru dapet 3 milyar doang, udah beli Rolex ma tas LV.  Istri ga kuat. Ambyarrrrr....," tegas Denny.

Sebelumnya juga dijelaskan Nawawi bahwa kronologis operasi tangkap tangan berawal KPK menerima informasi adanya dugaan terjadinya penerimaan uang oleh penyelenggara negara.

Pada tanggal 21 November 2020 sampai dengan 23 November 2020, KPK kembali menerima informasi adanya transaksi pada rekening bank yang diduga sebagai penampung dana dari beberapa pihak yang sedang dipergunakan bagi kepentingan Penyelenggara Negara untuk pembelian sejumlah barang mewah di luar wilayah Indonesia.

Selanjutnya, pada Selasa 24 November 2020, Tim KPK bergerak dan membagi menjadi beberapa tim di area Bandara Soekarno Hatta, Jakarta, Tangerang Selatan, Depok dan Bekasi untuk menindaklanjuti adanya informasi dimaksud.

Editor : Taat Ujianto