• News

  • Peristiwa

Dewi Tanjung: Bekerja Satu Mata, Kasus Anies Tak Nampak Sama Si Novel

Politisi Dewi Tanjung
Istimewa
Politisi Dewi Tanjung

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Politikus PDIP Dewi Tanjung mengatakan, Penyidik Senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan bekerja hanya dengan satu mata. 

Pernyataan itu Dewi lontarkan sebagai sebuah sindiran, bukan hanya karena mata Novel pernah alami kecelakaan dan menjadi korban penyiraman air keras.

Dewi menyebut, ada kasus anggaran siluman dan Formula E yang dilalukan oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang dijuluki sebagai Gubernur Seiman. Dewi kecewa, kasus Anies itu tidak tampak oleh Novel. 

"Karna Si Novel ini bekerja dengan satu Mata akhirnya KASUS ANGGRAAN SILUMAN DAN FORMULA E yg dilakukan Anis Baswedan Gubernur seiman Tidak NAMPAK sama Si Novel Baswedan," kata Dewi, dikutip dari cuitannya, Kamis (26/11/2020).

Lebih lanjut Dewi menilai, Novel tidak melakukan penindakan demi mendukung ambisi saudaranya, Anies. Dewi lantas cap Novel sebagai Penyidik KPK yang bekerja dengan tidak profesional.

"Demi ambisi saudara nya yg Ingin berkuasa, sebagai Penyidik KPK novel bekerja tidak Profesional," ujar Dewi.

Pernyataan ini disampaikan Dewi sambil mengunggah sebuah berita berjudul "Novel Baswedan Tak Akan Menyerah Perangi Korupsi dengan Satu Mata".

Sebagai informasi, Novel merupakan Penyidik Senior di KPK sejak 2007 dan pernah menjadi Anggota Polisi pada 1999-2014. Dia pernah menjadi korban dari serangan orang tak dikenal yang menyiramkan air keras ke wajahnya sehingga menyebabkan kecacatan permanen pada mata kiri pada 2017.

Nama Novel kembali hangat diperbincangkan, pasalnya dia terlibat dalam penangkapan para pejabat Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Dia disebut-sebut memimpin Operasi Tangkap Tangan (OTT) pada Edhy Prabowo yang mengundurkan diri dari Menteri KKP dan ditetapkan sebagai tersangka korupsi.  

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Sesmawati